Kakan Kemenag Banyumas Sambangi Jamaah Haji yang Terpisah Rombongan
Oleh HUMAS
Purwokerto – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaduddin, didampingi oleh Afifudin Idrus selaku Kepala Subbag TU serta Faisal Reza selaku Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), melakukan kunjungan langsung ke beberapa jamaah haji asal Banyumas yang sempat terpisah dari rombongan karena alasan kesehatan. Kunjungan tersebut merupakan bentuk perhatian dan kepedulian terhadap jamaah haji, terutama mereka yang mengalami kendala dalam perjalanan pulang ke tanah air.
Salah satu jamaah yang dikunjungi adalah Harti Suslina yang terpisah dari rombongan karena mendampingi Salamun ayahnya, yang sudah lanjut usia dan dalam kondisi kurang sehat. Harti sempat tertinggal beberapa hari di Madinah karena menunggu proses pemulangan ayahnya yang harus menjalani perawatan terlebih dahulu. Meskipun demikian, seluruh proses berjalan lancar dan keluarga akhirnya bisa kembali dengan selamat ke rumah.
Selain itu, Kakan Kemenag beserta rombongan juga mengunjungi Resti, jamaah asal Kalibagor dari Kloter 7 yang harus bergabung dengan Kloter 12 Brebes saat kepulangan. Baik Harti maupun Resti merupakan jamaah dari KBIH Arofat, yang turut memberikan pelayanan dan pendampingan selama proses pemulangan berlangsung.
Kisah serupa juga dialami oleh Sritun dan Jum, jamaah dari Kloter 5 KBIH Al Wardah yang harus bergabung dengan Kloter 12 Brebes saat pemulangan karena sakit. Sritun menekankan bahwa manasik saja tidak cukup. Menurutnya yang terpenting adalah kesiapan mental untuk mandiri dan ikhlas dalam kondisi apa pun. Ia menjalankan seluruh rangkaian ibadah mandiri, tanpa bergantung pada orang lain, meskipun dalam kondisi sakit dan terpisah dari rombongan. “Bekal manasik sangat membantu, tapi yang paling penting adalah kesiapan diri, untuk tetap kuat dan ikhlas dalam kondisi apa pun,” ujar Sritun.
Dalam kesempatan tersebut, para jamaah menyampaikan rasa syukur dan apresiasi tinggi terhadap pelayanan yang diberikan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tingkat Kabupaten Banyumas, para petugas kloter, panitia embarkasi Solo dan Arab Saudi, serta pihak KBIHU. Menurut mereka, semua pelayanan berjalan cepat, penuh kepedulian dan sangat membantu, terlebih setelah mereka mendapatkan bekal manasik sebelum berangkat. Bermodalkan keikhlasan dengan menerima apa pun yang terjadi, meskipun sempat tertinggal di Madinah.
Kisah para jamaah ini menjadi pengingat penting bagi pelaksanaan haji yang akan datang. Kurikulum manasik haji diharapkan tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga menekankan hakikat dan filosofi ibadah haji sebagai perjalanan spiritual yang membutuhkan kekuatan, keikhlasan, dan kemandirian, sebagaimana dicontohkan oleh Harti Suslina dan Sritun.
Kunjungan ini menunjukkan komitmen Kementerian Agama Kabupaten Banyumas untuk terus memberikan layanan terbaik bagi jamaah haji, mulai dari keberangkatan hingga kepulangan ke tanah air, serta memastikan bahwa setiap jamaah dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan tenang.
