HUT RI #81

Kemarau Panjang di Lumbir, Penyuluh KUA Dorong Pelaksanaan Shalat Istisqo

KUA Lumbir
KUA Lumbir
07 Okt 2026
5x dibaca
Diubah oleh yudi pada 07-10-2026 11:34
SHARE

Banyumas – Kekeringan yang melanda wilayah Kecamatan Lumbir menjadi perhatian sejumlah pihak. Selama kurang lebih delapan bulan, hujan tak kunjung turun di wilayah tersebut. Kondisi ini mendorong Penyuluh KUA Lumbir, Komari dan Umi, untuk mengambil langkah dengan mengupayakan pelaksanaan salat istisqa atau salat meminta hujan.

Sebagai langkah awal, Komari dan Umi mendatangi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Lumbir. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk berkonsultasi sekaligus berdiskusi mengenai rencana pelaksanaan salat istisqa di tengah kondisi kemarau panjang yang masih dirasakan masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, penyuluh KUA Lumbir menyampaikan kondisi kekeringan yang terjadi di wilayah Kecamatan Lumbir. Tidak turunnya hujan dalam waktu yang cukup panjang dinilai menjadi kondisi yang perlu mendapatkan perhatian bersama, terlebih air merupakan kebutuhan utama masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Salat istisqa sendiri merupakan salat sunah yang dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar umat Islam untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan. Pelaksanaannya juga menjadi sarana untuk mengajak masyarakat memperbanyak doa, istighfar, serta melakukan introspeksi diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Koordinasi dengan MWC NU Lumbir dilakukan untuk membahas berbagai hal terkait rencana pelaksanaan salat istisqa, termasuk kemungkinan waktu, tempat, serta keterlibatan masyarakat. Dengan adanya komunikasi dan koordinasi sejak awal, diharapkan pelaksanaan ibadah tersebut nantinya dapat berjalan dengan baik dan melibatkan masyarakat secara luas.

Upaya yang dilakukan Penyuluh KUA Lumbir ini sekaligus menunjukkan pentingnya peran penyuluh agama di tengah masyarakat. Tidak hanya memberikan bimbingan keagamaan, penyuluh juga dapat hadir dan mengambil bagian dalam persoalan sosial yang dihadapi masyarakat, termasuk ketika wilayah mengalami kemarau dan kekeringan berkepanjangan.

Harapannya, koordinasi antara KUA Lumbir dan MWC NU tersebut dapat segera menghasilkan kesepakatan sehingga salat istisqa bisa dilaksanakan bersama masyarakat Kecamatan Lumbir. Selain menjadi ikhtiar secara spiritual, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian masyarakat dalam menghadapi kondisi kekeringan.

Di tengah penantian panjang akan turunnya hujan, masyarakat Lumbir kini terus berikhtiar dengan berbagai cara. Semoga rencana pelaksanaan salat istisqa dapat segera terwujud dan menjadi jalan bagi turunnya hujan yang membawa keberkahan, menyegarkan bumi, serta memenuhi kembali kebutuhan air bagi masyarakat Kecamatan Lumbir.(tum)