Penyuluh Bekali Ormas NU dengan Pengelolaan Organisasi Modern
SOKARAJA — Penyuluh Agama Islam terus memperkuat peran dan kapasitas organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam melalui pembinaan dan edukasi organisasi. Salah satunya dengan memberikan materi tentang pengelolaan organisasi yang modern, profesional, dan adaptif kepada jajaran pengurus Nahdlatul Ulama (NU).
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas tata kelola organisasi agar NU semakin mampu menjawab berbagai tantangan zaman. Materi disampaikan oleh M. Fikih, SHI., Penyuluh Agama Islam KUA Sokaraja, dengan menekankan pentingnya organisasi yang memiliki perencanaan program, pembagian tugas yang jelas, administrasi tertib, komunikasi efektif, serta evaluasi kegiatan secara berkala.
Dalam penyampaiannya, M. Fikih menegaskan bahwa organisasi modern tidak cukup hanya memiliki struktur kepengurusan, tetapi juga harus mampu membangun sistem kerja yang rapi, transparan, terukur, dan berorientasi pada kemanfaatan umat.
“Organisasi yang kuat bukan hanya karena banyak anggotanya, tetapi karena memiliki sistem yang baik, kader yang solid, komunikasi yang sehat, serta program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkapnya.
Menguatkan Administrasi dan Digitalisasi Menurutnya, pengurus NU di berbagai tingkatan perlu mulai membiasakan diri dengan pengelolaan administrasi berbasis digital.
Data anggota, surat-menyurat, dokumentasi kegiatan, laporan program hingga arsip organisasi perlu dikelola secara sistematis agar mudah ditemukan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, pemanfaatan media sosial juga dinilai penting sebagai sarana publikasi kegiatan sekaligus menyampaikan pesan-pesan ke-NU-an dan keagamaan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Membangun Organisasi yang Profesional dan Berkah
Pengelolaan organisasi modern tetap harus berpijak pada nilai-nilai khidmah, keikhlasan, amanah, ukhuwah, dan kemaslahatan umat. Modern dalam tata kelola bukan berarti meninggalkan tradisi, melainkan menghadirkan cara kerja yang lebih efektif tanpa kehilangan jati diri organisasi.
Dilaksanakan dalam kegiatan pembinaan organisasi NU. Di lingkungan kegiatan organisasi NU. Untuk meningkatkan kapasitas pengurus dan memperkuat tata kelola organisasi agar lebih efektif, profesional, dan responsif terhadap perkembangan zaman. Melalui penyampaian materi, diskusi, berbagi pengalaman, penguatan administrasi, pembagian tugas, perencanaan program, evaluasi, serta pemanfaatan teknologi digital.
Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas pengurus NU dalam menjalankan roda organisasi. Pengurus diharapkan semakin memahami pentingnya perencanaan, administrasi, koordinasi, kaderisasi, dokumentasi, digitalisasi, dan evaluasi program. Dengan tata kelola yang semakin baik, NU diharapkan mampu menghadirkan program-program yang lebih terarah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Organisasi yang dikelola dengan amanah akan melahirkan pelayanan yang berkualitas. Ketika sistemnya kuat, kadernya solid, dan niatnya untuk khidmah, insyaallah organisasi akan semakin maslahat dan penuh keberkahan.”
