Kemenag Banyumas Gelar Rakor Evaluasi Ujian PAI Tahun 2021

Oleh HUMAS
SHARE

Purwokerto :  Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas menggelar kegiatan Rapat Koordinasi (RAKOR) Evaluasi Ujian PAI Tahun 2021.  Rakor yang diadakan oleh seksi Pendidikan Agama Islam  ini diikuti 30 orang guru PAI perwakilan dari jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA  se kabupaten Banyumas bertempat di aula Al Ikhlas Kantor Kemenag kabupaten Banyumas dan dibuka oleh kepala kantor Kemenag Banyumas Drs. H. Akhsin Aedi, M,Ag didampingi  oleh para pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Japel seksi PAI Mujiburrohman ,(Senin, 30/5)

Rapat koordinasi  ini diadakan dengan tujuan mengevaluasi hasil pelaksanaan ujian sekolah mata pelajaran agama Islam yang telah dilaksanakan pada bulan Maret dan April 2021 sesuai dengan jenjang pendidikan masing masing. Dimana evaluasi itu meliputi  moda pelaksanaan ujian baik meggunakan metode daring atau luring, hambatan – hambatan yang dialami selama pelaksanaan ujian serta jumlah peserta di periode satu ataupun periode dua.

“ Pelaksanaan ujian sekolah mata pelajaran PAI sudah berjalan di bulan Maret dan April kemaren dan perlu dievaluasi secara keseluruhan, hal ini untuk memudahkan kami di kantor Kemenag kabupaten Banyumas mengambil langkah yang tepat seandainya masih ada kekurangan – kekurangannya. Peserta yang mengikuti rapat saat ini kami undang perwakilannya dari jenjang SD, SMP dan SMA/SMK se kabupaten Banyumas. Masukan dari mereka akan kami tampung kemudian dievaluasi sebelum dilaporkan ke pimpinan.” Jelas mujiburrohman selaku japel seksi PAI

“ Dari jumlah peserta, dari segi materi dan dari segi waktunya  itu harus dievaluasi , kalau sudah ssesuai dengan juknis berarti kita aman . Mari  kegiatan ini sebagai evaluasi diri pelaksanaan ujian sekolah, baik mulai dari tingkatan SD sampai SMA/SMk tidak ada kendala walaupun dimasa pandemi dan  semua siswa dapat mengikuti . Maka dari itu kami minta kepada panitia untuk minta laporan kesimpulan dari pelaksanaan ujian PAI baik dari tingkat SD sampai SMA dimasa pandemi ini, mudah – mudahan tahun depan sudah tidak ada lagi pelaksanaan ujian secara online. ” Jelas Akhsin Aedi.(tum)