Kemenag Banyumas Ikuti Rakor GerMas SAPA

Oleh HUMAS
SHARE

Purwokerto : Bertempat di aula Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas Balai Besar POM  Semarang mengadakan pertemuan secara virtual program GerMas SAPA tahun 2021 dengan beberapa dinas terkait di Kabupaten Banyumas. Kegiatan ini dilakukan secara virtual dan non virtual,  dihadiri secara langsung utusan dari Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, Dinas Tenaga Kerja , Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, BPOM Purwokerto serta kantor Kementerian Agama Banyumas (Senin, 8/3).


Rapat koordinasi ini diadakan  terkait pembahasan rencana program Gerakan Masyarakat Sehat Pangan (GerMas SAPA) tahun 2021 yang digagas oleh Balai Besar POM Semarang, dimana kabupaten Banyumas menjadi salah satu kabupaten percontohan diantara 6 kabupaten lainnya untuk tingkat Jawa Tengah.


“ Pelaksanaan program GerMas SAPA terpadu  sebagai uji cobanya akan dilakukan di  7 kabupaten di Jawa Tengah  sebagai pilot projek . Uji coba ini akan melibatkan dua desa, satu pasar rakyat dan 50 sekolah. Ada tiga program yang akan kami lakukan dalam program ini  yaitu program Gerakan pangan terpadu, program jajan anak sekolah dan program pasar aman. Beberapa waktu yang lalu program ini sudah pernah kami lakukan, akan tetapi terpisah antara satu program dengan program lainnya, dan hasilnya setelah kami evaluasi tidak memuaskan. Maka dari itu untuk tahun 2021 kami mencoba untuk membuat program serupa yang terpadu.” Jelas Novi dari BB POM Semarang.


“ Untuk dua desa yang akan dijadikan percontohan di kabupaten Banyumas tadi sudah diajukan adalah desa Gunung Lurah di Kecamatan Cilongok dan desa Petarangan di kecamatan Kemranjen. Sedangkan pasar rakyat yang akan dijadikan sebagai percontohan , tadi juga sudah diajukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan melalui Kabid Pasar Sarikin bahwa pasar yang ditunjuk adalah pasar Sokaraja.” Ungkapnya lebih lanjut.


 “ Untuk program GerMas SAPA tahun 2021 yang digagas oleh BBPOM Semarang kami dari kantor kementerian Agama Kabupaten Banyumas siap untuk mendukung kegiatan tersebut. Dari 50 sekolah yang dilibatkan ada dua madrasah dibawah kemenag Banyumas yang dilibatkan yaitu MI Maarif NU Banteran Sumbang dan MTs N 1 Banyumas . Ini menjadi kehormatan bagi kami dan kemenag akan melakukan koordinasi dengan kedua madrasah tersebut untuk mempersiapkan segala sesuatunya. “ jelas Kepala Kantor Kemenag Banyumas melalui Kasubag TU Ibnu Asaddudin.(yudi)