KEMENAG SERAP ASPIRASI MASYARAKAT MELALUI GEREKSOSBUH

Oleh HUMAS
SHARE

Banyumas-Untuk mengetahui tingkat keberagamaan masyarakat di daerah terpinggir di musholla Baitul Muttaqin desa Limpakuwus kecamatan Sumbang melalui Gerakan Ekonomi Sosial Berbasis Shubuh (GEREKSOSBUH). Hal inilah yang dilakukan oleh Kepala Kantor Kemenag Banyumas H. Ibnu Asaddudin dengan kebiasaannya blusukan ditengah masyarakat saat melakukan sholat Subuh berjamaah di Masjid Baitul Muttaqin Limpakuwus. Senin (28/08)

Ini dimaksudkan untuk melihat dan mendengarkan curhatan tanggapan umat terhadap seberapa penting masjid musholla menjadi pusat keagamaan dan seberapa manfaat masjid musholla yang sudah dibangun untuk kemaslahatan umat dari daerah pinggiran.

Masjid Baitul Muttaqin dibangun tahun 2000, terletak di lereng Gunung Slamet bagian Selatan tepatnya di Desa Limpakuwus Kec Sumbang.  Sebagai desa terujung menjadikan masjid ini jauh dari keramaian dan hingar bingar bisingnya aktifitas perekonomian.

Masjid yang  belum bersertifikat wakaf ini hanya digunakan untuk kegiatan keagamaan saja seperti sholat berjamaah  dan TPQ yang diadakan sebelum sholat Ashar dan Iqro selepas sholat Ashar . Pesertanya lumayan banyak sekitar 70 remaja desa, kegiatan TPQ dan Iqro ini diajar oleh ustadzah yang hanya bermodalkan keterpanggilan semata.

Mungkin saja masih ada masjid - masjid lain di Kabupaten Banyumas yang memerlukan sentuhan oleh kita keluarga besar Kemenag, baik dari pengelolaan melalui penguatan BKM maupun rangkain kegiatan ibadah. Kedepan Kemenag harus hadir untuk melakukan revitalisasi masjid dan mushola agar bukan saja menjadi tempat ibadah seadanya , akan tetapi bisa menjadi pusat keagamaan , ekonomi dan sosial sehingga asas kemanfaatan masjid bisa nyata untuk umat.

AYOOO BERGERAK UNTUK MELAKUKAN PENATAAN MASJID JANGAN BERPANGKU TANGAN