Kepala Kantor Kemenag Banyumas Membuka Kegiatan Ekoteologi di Desa Moderasi Banjarpanepen

Oleh HUMAS
SHARE

Sumpiuh - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas terus memperkuat komitmennya dalam merawat kerukunan sekaligus menjaga kelestarian alam. Bertempat di Gereja Kristen Kristen Jawa (GKJW) / GKBI Banjarpanepen, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaddudin, secara resmi membuka kegiatan Kerja Bakti Generasi Muda Lintas Agama lintas Kecamatan Sumpiuh, Tambak, dan Kemranjen yang dipusatkan di kawasan Kali Cawang, Desa Banjarpanepen, Kecamatan Sumpiuh. Sabtu (23/05)

Aksi nyata yang mengolaborasikan para pemuda dari berbagai latar belakang agama ini digelar dalam rangka mendukung penuh program Ekoteologi. Kegiatan berfokus pada pelestarian ekosistem alam melalui aksi penanaman pohon di sepanjang bantaran sungai, penebaran ribuan bibit ikan, serta aksi bersih-bersih lingkungan.

Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (Bamagnas) Kecamatan Sumpiuh, Pendeta Taswan, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya kegiatan kolaboratif ini. Beliau berharap aksi ini dapat membentuk sikap hidup yang membangun bagi generasi muda.

"Umat Kristen tidak dapat terlepas dari ajaran cinta kasihnya kepada seluruh ciptaan Tuhan. Kami berharap penghayatan iman umat kita tidak lagi terbatas pada aspek ritual semata di dalam rumah ibadah, melainkan harus diaktualisasikan secara nyata di tengah alam dan masyarakat demi kesejahteraan bersama," ungkap Pendeta Taswan.

Gayung bersambut, Kepala Desa Banjarpanepen, Mujiono, menyambut baik terpilihnya Kali Cawang sebagai pusat kegiatan ekoteologi ini. Beliau menegaskan bahwa desanya berkomitmen penuh menjaga perdamaian.

"Desa Banjarpanepen ini memiliki predikat sebagai Desa Moderasi Beragama karena masyarakatnya terdiri dari berbagai macam agama. Walaupun berbeda-beda, warga kami tetap konsisten menjaga kerukunan. Melalui program ini, kita semua diajarkan untuk menyatu dan merawat alam. Mudah-mudahan sinergi ini terus berjalan berkelanjutan agar memberikan manfaat bagi anak cucu kita," ujar Mujiono.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Banyumas, Ibnu Asaddudin, menyatakan dukungan penuh institusinya terhadap gerakan lingkungan berbasis agama ini. Beliau menekankan bahwa menjaga alam adalah bagian dari panggilan iman yang universal.

"Kami mendukung penuh kegiatan positif ini. Aksi bersih sungai, tanam pohon, dan tebar benih ikan ini merupakan implementasi nyata dari program Ekoteologi yang digagas oleh Menteri Agama RI. Agama harus menjadi motor penggerak bagi umatnya untuk menjaga bumi, karena merawat alam berarti merawat kehidupan manusia itu sendiri," tegas Kepala Kantor.

Kegiatan kerja bakti ini berlangsung dengan penuh semangat gotong royong dan keceriaan. Kehadiran para pemuda dari tiga kecamatan (Sumpiuh, Tambak, Kemranjen) ini menjadi bukti bahwa perbedaan keyakinan justru menjadi kekuatan besar ketika disatukan dalam misi kemanusiaan dan lingkungan.