Keteladanan dari Tsabit bin Zuta: Kajian Ramadhan Bada Dhuhur di MTs Negeri 3 Banyumas Menginspirasi GTK

Oleh MTSN3 Banyumas
SHARE

Banyumas - Suasana Ramadhan di MTs Negeri 3 Banyumas kembali diisi dengan kegiatan spiritual yang penuh hikmah melalui kajian Ramadhan ba’da dhuhur yang diikuti oleh seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Kajian kali ini disampaikan oleh Ustadz Ahmad Badrun Al-Hamidi yang mengangkat kisah inspiratif tentang Tsabit bin Zuta, ayahanda dari ulama besar Imam Abu Hanifah. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan menjadi salah satu rangkaian program Amaliyah Ramadhan yang rutin dilaksanakan di lingkungan madrasah. Senin (09/03)

Dalam pemaparannya, Ustadz Ahmad Badrun Al-Hamidi menyampaikan bahwa Tsabit bin Zuta dikenal sebagai sosok yang sangat menjaga kehalalan dalam kehidupan sehari-harinya. Salah satu kisah yang sangat terkenal adalah ketika beliau menemukan sebuah buah apel yang terbawa arus sungai. Meskipun dalam keadaan lapar, Tsabit tidak serta-merta memakannya karena khawatir buah tersebut bukan miliknya. Ia kemudian berusaha mencari pemilik kebun tempat apel itu berasal untuk meminta izin, sebuah sikap yang menunjukkan betapa besar kehati-hatian beliau terhadap perkara halal dan haram.

Kisah tersebut menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya kejujuran, amanah, serta kehati-hatian dalam menjaga rezeki yang halal. Ustadz Ahmad Badrun Al-Hamidi menjelaskan bahwa ketakwaan dan kesungguhan Tsabit bin Zuta dalam menjaga kehalalan hidup menjadi salah satu sebab lahirnya keturunan yang luar biasa, yaitu Imam Abu Hanifah, seorang ulama besar yang dikenal luas dalam sejarah Islam sebagai pendiri salah satu mazhab fiqih terbesar.

Para Guru dan Tenaga Kependidikan yang hadir tampak sangat antusias mengikuti kajian tersebut. Suasana penuh perhatian terlihat ketika kisah demi kisah disampaikan dengan gaya tutur yang inspiratif dan menyentuh. Banyak di antara peserta yang merasa terinspirasi oleh keteladanan Tsabit bin Zuta yang menunjukkan bahwa kesuksesan generasi selanjutnya tidak lepas dari ketakwaan dan kejujuran orang tua dalam menjalani kehidupan.

Kajian ini juga menjadi momentum refleksi bagi seluruh GTK untuk kembali menata niat dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. Menanamkan nilai-nilai kejujuran, keteladanan, serta integritas kepada para siswa tentu harus dimulai dari pribadi para guru sendiri. Kisah Tsabit bin Zuta mengingatkan bahwa pendidikan karakter sejatinya berawal dari teladan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kajian Ramadhan ba’da dhuhur ini, diharapkan seluruh GTK MTs Negeri 3 Banyumas dapat mengambil hikmah dan inspirasi dari kisah para tokoh dalam sejarah Islam. Nilai-nilai ketakwaan, kejujuran, serta kesungguhan dalam menjaga kehalalan hidup diharapkan dapat terus dihidupkan, sehingga tidak hanya menjadi ilmu yang didengar, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan pribadi maupun dalam dunia pendidikan di madrasah.(HumasMTsN3)