Kisah Inspiratif Pernikahan WNA Korea Selatan dengan Warga Cingebul
Oleh KUA Lumbir
Banyumas – Sebuah kisah cinta yang melintasi batas negara dan budaya terukir indah di Kecamatan Lumbir. Kepala KUA Lumbir, Tohiron bersama Penghulu KUA Lumbir, Akrom Anas melaksanakan tugas pencatatan pernikahan antara seorang pria warga negara asing (WNA) asal Korea Selatan, Jang Hyunjin, dengan seorang wanita warga negara Indonesia (WNI) asal Desa Cingebul, Lina. Pernikahan ini tidak hanya menjadi peristiwa sakral penyatuan dua insan, tetapi juga menjadi bukti bahwa jodoh dapat hadir dari arah yang tak terduga, bahkan melintasi jarak dan perbedaan latar belakang. Selasa (17/03)
Kisah mereka bermula dari perkenalan sederhana melalui media sosial. Tanpa pernah menyangka sebelumnya, komunikasi yang awalnya ringan perlahan berkembang menjadi hubungan yang semakin dekat dan intens. Perbedaan bahasa, budaya, dan kebiasaan tidak menjadi penghalang bagi keduanya untuk saling memahami. Justru, perbedaan tersebut menjadi warna tersendiri yang memperkuat ikatan di antara mereka. Seiring berjalannya waktu, hubungan yang terjalin pun semakin serius, hingga akhirnya Jang Hyunjin mantap mengambil keputusan besar dalam hidupnya, yaitu mempersunting Lina sebagai pasangan hidupnya.
Kesungguhan dan ketulusan Jang Hyunjin tidak hanya dibuktikan dengan keberaniannya datang jauh dari Korea Selatan ke Indonesia, tetapi juga dengan tekadnya untuk memeluk agama Islam. Sebuah keputusan yang tidak ringan, namun diambil dengan penuh kesadaran dan keyakinan. Menjelang hari bahagia, tepatnya satu hari sebelum akad nikah (H-1), Jang Hyunjin mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai tanda keislamannya. Momen tersebut menjadi sangat haru dan penuh makna, tidak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi Lina, keluarga, serta para saksi yang menyaksikan perjalanan spiritual tersebut.
Pelaksanaan akad nikah berlangsung dengan penuh khidmat dan suasana yang sarat akan nilai sakral. Meski harus beradaptasi dengan bahasa dan pelafalan, Jang Hyunjin mampu mengucapkan ijab qabul dengan baik dan lancar. Walaupun terdengar sedikit terbata-bata, namun lafadz qabul yang diucapkannya tetap jelas, tegas, dan penuh keyakinan. Hal ini menjadi bukti keseriusannya dalam menjalani pernikahan dan tanggung jawab sebagai seorang suami.
Prosesi akad nikah tersebut dipimpin langsung oleh Penghulu KUA Lumbir, Akrom Anas, serta disaksikan oleh keluarga kedua mempelai dan para tamu undangan yang hadir. Suasana haru dan bahagia begitu terasa saat ijab qabul dinyatakan sah. Senyum kebahagiaan terpancar dari wajah kedua mempelai, menandai awal dari perjalanan baru dalam kehidupan rumah tangga mereka.
Kepala KUA Lumbir, Tohiron, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pernikahan lintas negara seperti ini menjadi salah satu contoh nyata bahwa cinta dapat menyatukan perbedaan, selama dilandasi dengan komitmen, tanggung jawab, dan niat yang tulus. Ia juga berharap agar pasangan ini dapat membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah, serta mampu saling menghormati dan menjaga keharmonisan di tengah perbedaan budaya yang ada.
Pernikahan Jang Hyunjin dan Lina menjadi kisah inspiratif bagi banyak orang. Tidak hanya tentang cinta, tetapi juga tentang pengorbanan, keyakinan, dan keberanian dalam mengambil keputusan besar dalam hidup. Dari perkenalan sederhana di dunia maya hingga berakhir di pelaminan yang sakral, perjalanan mereka membuktikan bahwa takdir Allah SWT selalu memiliki cara indah untuk mempertemukan dua hati yang saling berjodoh.
Dengan telah dilangsungkannya akad nikah tersebut, maka secara sah Jang Hyunjin dan Lina telah menjadi pasangan suami istri. Harapan dan doa pun mengalir dari keluarga, kerabat, dan semua yang hadir agar keduanya dapat menjalani kehidupan rumah tangga dengan penuh kebahagiaan, keberkahan, serta senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT.
