Kolaborasi KUA Somagede dan Wali Murid TK Pertiwi 1 Piasa Bentuk Karakter Anak

Oleh HUMAS
SHARE

Bagaimana menjadikan Ramadhan tahun ini bukan sekadar rutinitas menahan lapar bagi si kecil, melainkan momentum transformasi karakter?

Hadirnya Penyuluh Agama Islam KUA Somagede di tengah para wali murid bukan sekadar kunjungan formal. Ini adalah misi untuk menyalakan pelita di dalam rumah tangga. Melalui acara parenting bertajuk "Happy Tanpa Bully di Bulan Ramadhan", KUA Somagede mengajak para wali murid untuk menyelami makna mendalam dari sebuah keteladanan. Karena sejatinya, anak adalah peniru ulung; mereka tidak hanya mendengar apa yang kita katakan, tapi melihat apa yang kita lakukan.

Salah satu sorotan utama dalam pertemuan di TK Pertiwi 1 Piasa ini adalah isu perundungan (bullying). Di era digital ini, perilaku negatif bisa menyusup bahkan ke lingkungan anak usia dini. KUA Somagede menekankan bahwa Ramadhan adalah waktu terbaik untuk memutus rantai perilaku tidak terpuji tersebut.

Mengapa harus "Happy"? Karena ibadah yang dilakukan dengan keterpaksaan atau ketakutan tidak akan membekas di hati. Anak-anak perlu memahami bahwa berpuasa bukan berarti menjadi lemas dan pemarah, melainkan menjadi lebih penyayang. PAI Somagede menjelaskan bahwa menanamkan perilaku mulia (akhlaqul karimah) harus dimulai dengan menciptakan atmosfer kebahagiaan di rumah. Ketika anak merasa dicintai dan dihargai, mereka tidak akan merasa perlu untuk merendahkan atau merundung teman sebaya mereka.

Melatih anak usia TK untuk berpuasa tentu memiliki tantangan tersendiri. Di sinilah peran orang tua sebagai "coach" spiritual diuji. Dalam sesi parenting tersebut, dijelaskan bahwa bimbingan puasa bagi anak-anak haruslah bertahap dan penuh apresiasi.

Keteladanan Amaliyah Fisik: Ayah dan Bunda adalah cermin. Saat anak melihat orang tuanya bangun sahur dengan semangat, membaca Al-Qur'an dengan khusyuk, dan menjaga lisan dari kata-kata kasar, anak akan menyerap energi positif tersebut.
Keteladanan Perilaku : Di bulan Ramadhan, tunjukkan pada anak bagaimana indahnya berbagi takjil atau membantu tetangga. Inilah kurikulum nyata yang akan tertanam di hati anak hingga mereka dewasa nanti. KUA Somagede mengingatkan bahwa memori masa kecil tentang indahnya Ramadhan bersama orang tua adalah aset spiritual yang tak ternilai harganya.

Sebuah pesan mendalam disampaikan oleh PAI Somagede yang membuat suasana hening sejenak: "Anak adalah ujian bagi orang tua." Terkadang, sebagai orang tua, kita merasa gagal saat anak tidak sesuai dengan ekspektasi atau sulit diarahkan. Namun, dalam kacamata iman, tugas kita hanyalah membimbing dengan sebaik-baiknya cara.

Kita harus memahami bahwa setiap anak memiliki kecepatan tumbuh yang berbeda. Menghadapi tingkah polah anak dengan kesabaran adalah bentuk ibadah tersendiri. Kita menanam benih, kita menyiramnya dengan kasih sayang, namun hasil akhirnya siapa yang menentukan? Allah SWT semata. Kesadaran ini penting agar orang tua tidak merasa sombong saat anak berhasil, dan tidak putus asa saat anak sedang dalam proses belajar.

Dalam sesi terakhir yang penuh emosional, KUA Somagede memberikan penekanan khusus kepada para Bunda. Ada satu kekuatan luar biasa yang seringkali terlupakan di tengah kesibukan menyiapkan hidangan berbuka: Doa.

Doa seorang ibu adalah mustajabah (dikabulkan). Di bulan Ramadhan, di mana pintu-pintu langit dibuka lebar, para ibu diajak untuk terus bersandar kepada Allah. Jangan hanya meminta anak yang cerdas secara akademik, tapi mohonlah pertolongan-Nya agar mereka dijadikan anak-anak yang shalih dan shalihah.

"Jangan pernah mengandalkan kekuatan pola asuh kita semata, karena hati manusia ada di tangan Sang Pencipta," ujar penyuluh agama Islam. Bersimpuh di sela-sela salat malam, memohon agar anak-anak dijaga dari pengaruh buruk lingkungan dan dijadikan penyejuk mata (qurrota a’yun), adalah kunci utama kesuksesan parenting islami.

Tips Ramadhan Berkesan untuk Buah Hati

Untuk para wali murid di Piasa dan di mana pun berada, berikut adalah rangkuman tips praktis dari KUA Somagede untuk menyambut Ramadhan :

Buat "Ramadhan Chart": Berikan stiker atau tanda bintang setiap kali anak berhasil melakukan kebaikan, bukan hanya saat mereka berhasil puasa penuh.
Dongeng Sebelum Tidur: Ganti gadget dengan kisah-kisah Nabi dan Sahabat yang heroik namun lembut hati untuk menumbuhkan rasa empati dan mencegah perilaku bully.
Libatkan dalam Persiapan: Ajak anak menyiapkan menu sahur atau memilih pakaian untuk ke masjid agar mereka merasa memiliki andil dalam ibadah ini.
Validasi Perasaan Mereka: Jika anak mengeluh lapar, jangan dimarahi. Katakan, "Bunda tahu rasanya haus, tapi hebat ya Kakak sudah berusaha. Sedikit lagi waktu berbuka."
Perbanyak Doa Spesifik: Sebut nama anak satu per satu dalam doa-doa Anda setelah salat, mohonkan hidayah khusus untuk karakter mereka.

Pendidikan karakter yang ditanamkan di TK Pertiwi 1 Piasa bersama KUA Somagede ini diharapkan menjadi fondasi yang kokoh. Kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya pintar secara intelektual, tapi juga memiliki kelembutan hati dan ketangguhan mental. Ramadhan adalah madrasah (sekolah) terbaik untuk mewujudkan itu semua.

Mari kita jadikan Ramadhan tahun ini sebagai titik balik bagi keluarga kita. Sebuah rumah tangga yang bebas dari tekanan, penuh dengan apresiasi, dan selalu mengetuk pintu langit melalui doa-doa yang tulus.

(Yasaroh)