KUA Gumelar Perkuat Fondasi Keluarga Lewat Bimbingan Intensif
Oleh HUMAS
Banyumas – KUA Gumelar terus berkomitmen menekan angka perselisihan rumah tangga dan perceraian melalui penguatan literasi keluarga. KUA Gumelar melaksanakan sesi bimbingan pernikahan intensif bagi pasangan calon pengantin (catin) guna mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Rabu (11/03)
Kegiatan bimbingan kali ini diberikan kepada pasangan Yakub dan Rini, warga Desa Paningkaban, Kecamatan Gumelar. Sesi bimbingan dipandu langsung oleh Kambali, Penyuluh Agama Islam KUA Gumelar.
Dalam sesi tersebut, Kambali memberikan pembekalan yang komprehensif agar pasangan memiliki kesiapan lahir dan batin. Materi yang disampaikan mencakup empat poin utama:
-
Fondasi Keluarga: Pendalaman mengenai hak dan kewajiban masing-masing pasangan dalam membina rumah tangga sesuai syariat Islam.
-
Manajemen Konflik: Memberikan strategi komunikasi efektif untuk menyelesaikan persoalan keluarga dengan bijaksana tanpa harus melibatkan emosi yang berlebihan.
-
Kesehatan Reproduksi: Edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan keluarga demi melahirkan keturunan yang berkualitas dan sehat.
-
Verifikasi Administrasi: Pemeriksaan akhir terhadap kelengkapan dokumen pernikahan untuk memastikan seluruh proses sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Kambali menjelaskan bahwa bimbingan ini bukan sekadar formalitas pendaftaran, melainkan investasi jangka panjang bagi ketahanan keluarga di wilayah Gumelar. Dengan bekal pengetahuan yang cukup, diharapkan pasangan Yakub dan Rini mampu meminimalisir risiko perselisihan di kemudian hari.
"Kesiapan mental dan spiritual adalah kunci. Kami berharap pendampingan ini menjadi modal awal bagi Yakub dan Rini untuk membangun keluarga yang harmonis dan menjadi teladan positif bagi masyarakat di lingkungan Paningkaban," tutur Kambali.
Kegiatan bimbingan yang berlangsung di kantor KUA Gumelar ini berjalan dengan khidmat dan lancar. Dengan adanya program rutin seperti ini, KUA Gumelar berharap dapat terus berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang memiliki ketahanan keluarga yang kokoh.
