KUA Kebasen Gelar Apel Rutin dan Tekankan Tiga Komitmen Kemenag
Oleh KUA kebasen
Kebasen – Mengakhiri bulan Maret yang penuh dengan kepadatan agenda, KUA Kebasen kembali menyelenggarakan kegiatan apel rutin bulanan. Meski dilaksanakan di penghujung bulan karena padatnya jadwal pelayanan sejak awal Ramadan, kegiatan tetap berlangsung dengan khidmat dan tertib. Senin (30/03)
Kesibukan KUA Kebasen sepanjang bulan ini memang tergolong tinggi, mulai dari pelaksanaan kajian Ramadan, pelayanan pendaftaran nikah, pengurusan administrasi, hingga bimbingan penyuluhan kepada masyarakat.
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh karyawan dan penyuluh ini dipimpin langsung oleh Kepala KUA Kebasen, Slamet Rijanto, selaku Pembina Apel. Adapun petugas lainnya yang turut menyukseskan jalannya apel adalah:
-
Pemimpin Apel: Siti Fatimah
-
Pembawa Acara: Ani Munfaridah
-
Pembaca Do’a: Faid Anisatul Humaira
Dalam amanatnya, Slamet Rijanto menekankan pentingnya menginternalisasi tiga komitmen utama Kementerian Agama ke dalam budaya kerja sehari-hari. Ia berharap seluruh jajaran KUA Kebasen tidak sekadar menghafal, tetapi mengaplikasikannya secara nyata.
Tiga poin komitmen tersebut meliputi:
-
Kebersamaan: Dimaknai sebagai semangat kerja sama dan "sama-sama bekerja." Kolaborasi antar staf menjadi kunci utama dalam menyelesaikan tumpukan tugas pelayanan masyarakat.
-
Berprestasi: Wujud prestasi tidak harus selalu berupa piala, melainkan keistiqomahan dalam bekerja. Hal ini termasuk kedisiplinan dalam melaporkan berita kegiatan, menjalankan instruksi atasan secara tepat waktu, dan meminimalisir alasan dalam bekerja.
-
Menjadi yang Terbaik: Setiap personel didorong untuk selalu mengedepankan tanggung jawab penuh dalam setiap tugas yang diemban agar pelayanan kepada masyarakat tetap prima.
"Kebersamaan dan prestasi harus kita jaga. Menjadi yang terbaik berarti menjalankan tanggung jawab tanpa tapi dan tanpa nanti," tegas Slamet Rijanto di hadapan para peserta apel.
Dengan pelaksanaan apel ini, KUA Kebasen berkomitmen untuk terus menjaga ritme kerja yang profesional meskipun di tengah kesibukan pelayanan Ramadan yang cukup tinggi.
