KUA Tambak Sukseskan Program Indonesia Berkiblat

Oleh KUA Tambak
SHARE

Tambak – Kantor Urusan Agama (KUA) Tambak turut serta menyukseskan program nasional Kementerian Agama Republik Indonesia bertajuk "Indonesia Berkiblat" yang digelar selama dua hari, yakni pada tanggal 15 dan 16 Juli 2026. Puncak kegiatan penyesuaian dan kalibrasi arah kiblat secara massal ini diikuti secara khidmat oleh jajaran staf, penyuluh, serta tokoh agama setempat di wilayah Kecamatan Tambak. Kamis (16/07).

Program "Indonesia Berkiblat" ini memanfaatkan fenomena astronomis Rashdul Qiblah atau Istiwa A'zam, yaitu momen di mana matahari melintas tepat di atas Ka'bah. Fenomena ini menjadi waktu terbaik bagi umat Muslim untuk memverifikasi atau mengoreksi kembali akurasi arah kiblat di tempat ibadah maupun kediaman masing-masing secara mudah, cukup dengan melihat arah bayangan benda tegak lurus.

Kepala KUA Tambak menjelaskan bahwa partisipasi aktif KUA dalam program ini bertujuan untuk memberikan edukasi sekaligus pelayanan langsung kepada masyarakat mengenai metode penentuan arah kiblat yang sah dan presisi.

"Hari ini kami fokus mendampingi takmir masjid, mushala, serta warga yang ingin memastikan arah kiblatnya sudah tepat. Dengan memanfaatkan momentum Rashdul Qiblah ini, pengukuran menjadi sangat akurat karena dibantu langsung oleh alam dengan panduan ilmiah," ujarnya.

Selama dua hari pelaksanaan program (15–16 Juli), jajaran KUA Tambak telah melakukan beberapa langkah strategis, di antaranya:

  • Sosialisasi Massal: Memberikan panduan tata cara pengukuran mandiri kepada masyarakat melalui mimbar keagamaan dan media sosial.

  • Pendampingan Langsung: Menurunkan tim ke beberapa titik rumah ibadah yang sedang dalam proses pembangunan atau yang memerlukan kalibrasi ulang.

  • Pemanfaatan Teknologi: Memadukan metode bayangan matahari tradisional dengan aplikasi kompas digital berbasis astronomi untuk memastikan hasil yang valid.

Melalui kesuksesan program "Indonesia Berkiblat" ini, KUA Tambak berharap masyarakat tidak lagi ragu dalam melaksanakan ibadah shalat sehari-hari, sekaligus menguatkan literasi ilmu falak (astronomi Islam) di tengah-tengah umat.