Lomba FTBI Kuatkan Karakter dan Kompetensi Murid
Oleh HUMAS
Baturraden - Lomba Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kecamatan Baturraden resmi dibuka di SDN 1 Purwosari. Kegiatan tersebut dihadiri Koordinator Korwilcam Dindik Baturraden, Pengawas PAI, Pengawas SD, Penilik, para Kepala Sekolah, serta perwakilan peserta lomba dari SD se-Kecamatan Baturraden. FTBI menjadi wadah bagi para murid untuk mengembangkan kompetensi sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya daerah. Selasa (01/09)
Pengawas PAI Kankemenag Kabupaten Banyumas, Dudiyono, menyampaikan bahwa pelestarian bahasa daerah merupakan bagian penting dalam membangun karakter generasi muda. Menurutnya, kecintaan terhadap bahasa dan budaya daerah dapat menjadi ciri generasi yang moderat, cinta bangsa, serta memiliki habituasi nilai-nilai karakter yang selaras dengan ajaran agama. “Melalui pelestarian bahasa daerah, kita berharap lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga humanis, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap budaya bangsa,” ungkapnya.
Koordinator Korwilcam Dindik Baturraden, Wuryanto, menegaskan bahwa seluruh peserta yang mengikuti FTBI merupakan juara dan teladan dari sekolah masing-masing. FTBI, menurutnya, bukan semata-mata ajang untuk mengejar kemenangan, melainkan momentum untuk meningkatkan kompetensi, pengalaman, keberanian, dan jiwa juang para murid. Sementara itu, Ketua Panitia FTBI, Evi Murdiyati, menjelaskan bahwa cabang lomba meliputi menulis dan membaca aksara Jawa, mendongeng, berpidato, menulis cerkak, membaca geguritan, nembang macapat, serta komedi tunggal *dagel ijen.
Lebih lanjut, kegiatan FTBI diarahkan untuk meningkatkan minat dan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pelestarian budaya daerah. Para peserta diharapkan mampu menjadi agen penerus bahasa daerah kepada generasi berikutnya sekaligus menjadikan bahasa daerah sebagai media ekspresi yang kreatif dan edukatif. Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah dalam revitalisasi bahasa daerah secara terstruktur dan berkualitas, sehingga bahasa, sastra, dan budaya Jawa tetap hidup serta menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter generasi masa depan.
