Maknai Halal Bihalal, Bimluh Digelar di Muslimat NU Gerduren

Oleh KUA purwojati
SHARE

Banyumas – Suasana penuh keakraban dan kebersamaan mewarnai kegiatan Bimbingan Penyuluhan (Bimluh) yang dilaksanakan di Muslimat NU Desa Gerduren. Kegiatan ini diisi oleh Penyuluh Agama Islam, Muhamad Zaelani, dengan tema halal bihalal. Minggu (05/04)

Dalam penyampaiannya, Muhamad Zaelani mengajak para jamaah untuk memahami makna halal bihalal tidak hanya sebagai tradisi pasca Idul Fitri, tetapi juga sebagai sarana membersihkan hati, saling memaafkan, dan mempererat tali silaturahmi. Ia menegaskan bahwa menjaga hubungan baik antar sesama merupakan bagian penting dari ajaran Islam.

Dengan pendekatan yang komunikatif, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga lisan, menghindari prasangka, serta menumbuhkan sikap saling menghargai dalam kehidupan bermasyarakat. Halal bihalal, menurutnya, menjadi momentum yang tepat untuk memperbaiki hubungan yang sempat renggang.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Para anggota Muslimat NU tampak antusias mengikuti materi serta terlibat aktif dalam diskusi ringan yang membahas praktik menjaga keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat halal bihalal tidak hanya berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu diwujudkan dalam sikap nyata yang memperkuat ukhuwah dan menciptakan lingkungan masyarakat yang rukun dan harmonis.