MAN 3 Banyumas Perkuat Mental Remaja, Puskesmas Sumpiuh I Bekali Civitas Akademika Keterampilan P3LP
Oleh MAN 3 Banyumas
Banyumas – Dalam upaya nyata meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental di lingkungan sekolah, Puskesmas Sumpiuh I menggelar sosialisasi dan fasilitasi Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis (P3LP) di MAN 3 Banyumas. Kegiatan yang berlangsung khidmat di ruang pertemuan madrasah ini merupakan bagian dari program pengelolaan pelayanan kesehatan bagi Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK). Sabtu (14/02)
Sebanyak 47 peserta yang terdiri dari Kepala Madrasah, guru kelas, guru Bimbingan Konseling (BK), guru Penjaskes, serta perwakilan siswa kelas X dan XI tampak antusias mengikuti jalannya acara. Kehadiran lintas elemen ini bertujuan untuk membentuk ekosistem first aider (pemberi pertolongan pertama) yang sigap merespons tanda-tanda gangguan psikologis di lingkungan pendidikan.
Materi inti disampaikan oleh Asri Nur Chasanah, petugas kesehatan dari Puskesmas Sumpiuh I. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa luka psikologis seringkali tidak terlihat secara fisik namun membutuhkan penanganan yang tepat dan cepat agar tidak berkembang menjadi masalah kejiwaan yang lebih serius. Melalui pelatihan ini, para peserta dibekali kemampuan untuk melakukan deteksi dini serta teknik pendampingan awal bagi rekan sejawat maupun siswa yang sedang mengalami tekanan mental atau trauma.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah. Solikhin, selaku Kepala MAN 3 Banyumas, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Puskesmas Sumpiuh I atas inisiatif strategis ini. "Kami sangat berterima kasih atas ilmu yang dibagikan. Kehadiran program P3LP ini sangat relevan dengan kebutuhan madrasah saat ini. Dengan adanya pembekalan ini, guru dan siswa kami kini memiliki wawasan baru untuk tidak hanya peduli pada prestasi akademik, tetapi juga pada kesejahteraan emosional sesama," ujar Solikhin.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan MAN 3 Banyumas dapat menjadi madrasah yang ramah kesehatan jiwa, di mana setiap warganya mampu menjadi pendengar yang baik dan penolong pertama bagi mereka yang sedang mengalami "luka" secara psikologis. (Humas).
