MAN 3 Banyumas Tingkatkan Spiritualitas Ramadan Melalui Kajian Kitab Washiyatul Musthofa

Oleh MAN 3 Banyumas
SHARE

Banyumas – Keluarga besar MAN 3 Banyumas mengisi momentum bulan suci Ramadan dengan kegiatan yang sarat makna spiritual. Bertempat di Ruang Guru, para pendidik dan karyawan berkumpul untuk mengikuti kajian Kitab Washiyatul Musthofa. Hadir sebagai narasumber utama dalam kesempatan tersebut adalah Masruri Budi Subhan, yang memberikan pemaparan mendalam mengenai pesan-pesan moral dan etika bagi seorang muslim. Senin, (02/03/26). 

Dalam tausiyahnya, Masruri menekankan bahwa ibadah puasa bukan sekadar aktivitas menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah madrasah untuk menjaga diri dari segala hal yang diharamkan oleh Allah SWT. Beliau juga mengingatkan jamaah mengenai anjuran untuk menyempurnakan ibadah dengan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal, khususnya pada tanggal 2 hingga 7 Syawal, sebagai bentuk istiqamah setelah berlalunya bulan suci. Kajian ini juga mengupas tuntas mengenai klasifikasi hamba-hamba Allah berdasarkan sifatnya. Masruri menjelaskan bahwa kekasih Allah adalah mereka yang memiliki sifat dermawan dan tidak terbuai oleh gemerlap dunia, sehingga posisi mereka selalu dekat dengan rahmat Sang Pencipta. Selain itu, ditegaskan bahwa kemuliaan derajat seseorang di mata Allah sangat ditentukan oleh ketekunannya dalam mendirikan shalat malam atau qiyamullail

Sebaliknya, peringatan keras disampaikan bagi mereka yang memelihara sifat bakhil atau kikir. Orang yang bakhil disebut jauh dari rahmat Allah dan justru mendekat pada siksa-Nya. Bahkan, surga diharamkan bagi mereka yang kikir, durhaka kepada orang tua, serta gemar mengadu domba. Masruri memaparkan bahwa surga sejatinya diciptakan bagi orang-orang dermawan dan bertaqwa yang mampu mengendalikan hawa nafsu, sementara neraka disiapkan bagi mereka yang takabur dan membiarkan diri diperbudak oleh keinginan duniawi.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diharapkan mampu mempererat silaturahmi antar-guru dan karyawan MAN 3 Banyumas, sekaligus menjadi bekal penguatan karakter dalam menjalankan tugas sebagai pendidik yang religius dan berakhlakul karimah. (Humas).