Manfaatkan Teknologi, Penyuluh KUA Guncang Ratusan Siswa SMP

Oleh KUA baturraden
SHARE

Banyumas - Dalam kegiatan Pesantren Ramadhan di SMP Negeri 1 Baturraden, Fathurrochman, diminta untuk mengisi materi akhlak dan tahsinul Qur’an. Tidak kurang dari 250 siswa mengikuti kegiatan tersebut di aula sekolah. Semua peserta merupakan siswa kelas VIII, putra dan putri. Rabu (04/03)

Mengisi di jam pertama, kegiatan diawali dengan Tahsin Al Qur’an, yaitu memperbaiki bacaan Al Qur’an para siswa supaya sesuai dengan kaidah Ilmu Tajwid dan pengucapannya sesuai dengan makharijul hurufnya. Membidik satu surat utama dalam Al Qur’an, yang menjadi bagian dari rukun shalat, yakni Surat Al Fatihah. Semua siswa pun mengikutinya dengan penuh khidmat.

“Nggih pak. Soalnya ini penting kan? Termasuk rukun sholat, jadi harus bisa, harus memperhatikan sepenuhnya pak,” ungkap Aini salah satu peserta saat ditanya mengapa mereka begitu khusyuk mengikuti tahsinnya.

Materi akhlak yang fokus pada adab kepada orang tua dan guru, dan adab bergaul, dikemas oleh Fathur dalam aplikasi Kahoot. Game yang diselenggarakan secara Live ini menggunakan perangkat yang sudah disiapkan lengkap oleh pihak sekolah. Di antaranya ialah LCD Proyektor, Soundsystem, Laptop, serta Smartphone yang dibawa oleh para siswa.

“Para siswa diperbolehkan bawa HP. Hampir semuanya bawa. Hanya saja dititipkan jika tidak digunakan dalam pembelajaran,” ungkap Imam Ashar. Guru PAI penanggungjawab Pesantren Ramadhan tersebut saat koordinasi beberapa hari sebelum pelaksanaan.

“Kalau mau pakai HP, ya nanti dibagikan saja,” imbuhnya.

Fathur memanfaatkan aplikasi Kahoot ini untuk tanya jawab soal, sekaligus menjelaskannya setelah mereka menjawabnya. Ada tiga jenis fitur yang digunakan olehnya. Pertama True or False (Benara tau Salah). Siswa dihadapkan pada sebuah pernyataan, lalu dipersilakan untuk menilai apakah pernyataan itu Benar (True) atau Salah (False). Soal dan jawabannya muncul di layar HP masing-masing siswa.

Kedua, QUIZ (Kuis) yang merupakan pertanyaan dengan jawaban pilihan ganda. Lalu yang ketiga ialah Type Answer (Ketik Jawaban), yaitu ketika soal muncul, siswa diberikan waktu 30 detik untuk mengetik jawaban yang benar.

Yang menarik dalam kegiatan ini ialah setiap jawaban benar memiliki nilai yang berbeda sesuai kecepatan dalam menjawab. Jadi, Fathur yang notabene lulusan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, memiliki kemampuan yang cukup baik dalam membuat soal yang menarik dan menantang. Bahkan banyak siswa yang sampai kegocek dalam mode Quis karena pilihan ganda yang menjebak.

Pada akhirnya semua tertawa karena hal itu, dan mengangguk mengerti dan setuju atas penjelasan setiap butir soalnya yang memuat materi tentang Adab Kepada Orangtua dan Guru, serta Adab dalam bergaul. (Fth)