Masih Banyak Madrasah di Banyumas Yang Belum Berstatus Adiwiyata
Oleh HUMASPurwokerto (Humas) : Usai launching program dan mendeklarasikan program serasa wali bersinar atau madrsah sehat, ramah anak, bersahabat lingkungan dan bersih dari narkoba, Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas menargetkan 281 madrasah di Banyumas seluruhnya dapat berstatus Adiwiyata minimal kabupaten.
Dari 449 daftar sekolah dan madrasah Adiwiyata Kabupaten Banyumas mulai SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA, baru 27 madrasah atau 10 persen dari total madrasah yang berstatus Adiwiyata. Paling banyak di jenjang MTs dengan 12 madrasah lalu MI dengan sembilan madrasah dan MA baru enam madrasah.
Kepala Kantor Kemenag Banyumas Dr H Ibnu Asaduddin SAg MPd, melalui Kasi Pendidikan Madrasah Dr H Edi Sungkowo SPd MPd mengatakan, usai launching dan deklarasi program serasa wali bersinar akan ditindaklanjuti dengan program-program lainnya yang semakin inovatif.
Selain mendorong seluruh madrasah di Banyumas memiliki gaya hidup yang bersih dan sehat, semua madrasah sepenuhnya agar menjadi madrasah Adiwiyata. "Target kita semua madrasah menjadi madrasah Adiwiyata," katanya.
Tim Adiwiyata Kabupaten dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyumas Sigit Pribowo SH dalam sosialisasi madrasah ramah anak mengatakan, terkait penjaringan sekolah dan madrasah Adiwiyata kabupaten, pihaknya sudah melakukan visitasi ke sekolah dan madarsah. Timnya ingin melihat sekolah dan madrasah yang sudah berstatus Adiwiyata serta sekolah dan madrasah yang baru akan berstatus Adiwiyata.
"Sekolah dan madrasah tidak perlu repot-repot menyiapkan banyak hal selain apa yang perlu disiapkan kaitannya dengan kegiatan visitasi," katanya.
