Meja Rapat Bersalin Mihrab: Strategi, Dzikir, dan Energi Ramadhan dalam Satu Nafas

Oleh MTSN3 Banyumas
SHARE

Banyumas - Hari ini, tak hanya diisi dengan rapat koordinasi yang strategis, tetapi juga dilanjutkan dengan agenda ruhani yang menyejukkan jiwa. Usai forum resmi ditutup, suasana bergeser dari diskusi penuh gagasan menuju lantunan ayat-ayat suci yang menggema khidmat. GTK dan Komite bersama-sama melaksanakan khataman Al-Qur’an rutin sebagai wujud syukur dan ikhtiar spiritual di bulan Ramadhan yang mulia. Sabtu (21/02)

Ruang yang sebelumnya dipenuhi suara argumentasi dan perencanaan berubah menjadi majelis dzikir yang teduh. Setiap ayat yang dibaca menghadirkan getar ketenangan, seakan menjadi peneguh bahwa setiap langkah perjuangan harus berpijak pada nilai ilahiyah. Khataman ini bukan sekadar tradisi, melainkan pengingat bahwa kekuatan madrasah terletak pada keseimbangan antara kerja profesional dan kekuatan doa.

Menjelang waktu dhuhur, seluruh peserta bergegas mengambil wudhu, menyusun saf, dan menunaikan shalat berjamaah dengan penuh kekhusyukan. Dalam sujud yang panjang, terselip harap agar setiap program, setiap pembangunan, dan setiap pengabdian diberi kemudahan serta keberkahan. Shalat dhuhur hari itu terasa lebih syahdu—seakan menjadi titik temu antara ikhtiar lahir dan batin.

Kegiatan dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an dan mujahadah. Lantunan dzikir mengalir lembut, doa-doa dipanjatkan dengan penuh kerendahan hati. Ramadhan benar-benar dihadirkan bukan hanya sebagai bulan ibadah personal, tetapi momentum kolektif untuk ngalap berkah, memperkuat ukhuwah, dan membersihkan niat dalam setiap pengabdian.

Hari itu menjadi potret indah harmoni antara kerja dan doa, antara rapat dan rukuk, antara strategi dan sujud. Sabtu yang produktif sekaligus spiritual ini menegaskan bahwa madrasah bukan sekadar ruang belajar, tetapi rumah peradaban yang dibangun dengan ilmu, dikuatkan dengan dzikir, dan dimuliakan dengan kebersamaan.(HumasMTsN3).