Membangun Optimistisme Kolektif Anak Muda MTsN 2 Banyumas Peringati Hari Sumpah Pemuda

Oleh MTSN2 Banyumas
SHARE


Banyumas: MTsN 2 Banyumas adakan upacara bendera memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP) Sabtu, 28 Oktober 2023 di halaman depan madrasah. Kegiatan upacara di pimpin langsung oleh pembina upacara Kepala MTsN 2 Banyumas Atik Restu dari, S. Pd., M. Pd. yang di mulai pukul 07.15 - 08.00 wib. 

Diikuti sejumlah 548 peserta didik  dari mulai kelas VII, VIII dan IX yang terbagi menjadi enam pleton barisan dan 30 siswa dalam regu koor serta 40 orang tenaga pendidik dan kependidika. Kegiatan upacara bendera dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda berjalan tertib dan lancar dengan suksesnya pengibaran bendera serta pembacaan teks Keputusan Kongres Pemuda Tahun 1928 oleh petugas upacara. 

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-95 tahun ini mengusung tema “Bersama Majukan Indonesia”. Tema ini mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu dan berkolaborasi dalam memajukan Indonesia. Logo Hari Sumpah Pemuda ke-95 tahun ini berbentuk stilasi barisan manusia yang berwarna-warni. Logo ini bermakna bahwa Indonesia adalah bangsa yang majemuk, terdiri dari berbagai suku, bahasa, dan budaya. Namun, perbedaan tersebut tidak menjadi penghalang untuk bersatu dan berkolaborasi dalam memajukan bangsa.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP)  mengingatkan bangsa Indonesia terhadap sejarah perjuangan seluruh elemen pemuda Indonesia yang telah menebar semangat menjaga jiwa patriotisme dan berhasil menyatukan visi kebangsaan, yang melahirkan sebuah komitmen kebangsaan yaitu bertumpah darah satu tanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia. Sebagaimana yang kita kenal hingga saat ini sebagai Sumpah Pemuda 1928, dengan mempersatukan pemuda Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam amanat pembina upacara Atik Restusari membacakan  sambutan dari Menteri Pemuda dan Olahraga. "Bangsa Indonesia saat ini sedang menanti bangkitnya anak-anak muda millennial dan GenZ untuk mulai membangun sebuah cita-cita/harapan Indonesia masa depan. Membangun optimisme kolektif bahwa suatu saat para anak muda akan mampu mewujudkan cita-cita/harapan Indonesia, dan menjadi terhormat di antara bangsa-bangsa lain di dunia. Posisi Indonesia memang sedang berproses menyelesaikan persoalan korupsi, kemiskinan, pengangguran, narkoba, pornografi, hoax, hate speech serta sejumlah problem bangsa lainnya. Tetapi semua itu bukan menjadi alasan bagi para pemuda untuk berhenti dan pesimis menatap masa depan Indonesia" jelas Atik dalam amanatnya.#TimWeb#MTsN2Bmas#NgeTOP