Mendidik dengan Cinta, Menyemai Teladan dan Doa: Hikmah Kajian Ramadan Bakda Dhuhur
Oleh MTSN3 Banyumas
Banyumas - Langit Ramadhan terasa lebih teduh ketika waktu ba’da dhuhur tiba. Di sela-sela aktivitas pembelajaran dan ibadah, keluarga besar madrasah kembali berkumpul dalam Kajian Ramadhan yang sarat makna dan sentuhan hati. Suasana mushala dipenuhi ketenangan, seolah setiap jiwa sedang dipersiapkan untuk menerima nasihat yang bukan sekadar didengar, tetapi juga dihayati dan diamalkan. Kamis (26/02)
Kajian kali ini menghadirkan narasumber inspiratif, Laely Mahmudah, yang membawakan tema “Mendidik dengan Cinta, Meraih Keberkahan Ramadhan.” Dengan tutur kata yang lembut namun penuh ketegasan makna, beliau mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk kembali meluruskan niat dalam mendidik. Ramadhan, menurut beliau, bukan hanya momentum meningkatkan ibadah personal, tetapi juga saat terbaik memperbaiki cara mendidik—dengan hati, dengan doa, dan dengan keteladanan.
Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa guru adalah cermin bagi siswa. Keteladanan bukan lahir dari perintah, melainkan dari sikap sehari-hari yang konsisten. Senyum yang tulus, kedisiplinan yang dijaga, serta tutur kata yang santun adalah pelajaran hidup yang jauh lebih membekas dibanding sekadar teori di ruang kelas. Ketika guru mampu menghadirkan akhlak mulia dalam setiap interaksi, maka pendidikan sejatinya sedang berlangsung dalam bentuk yang paling hakiki.
Lebih jauh, beliau mengingatkan pentingnya berlemah lembut dalam memberi nasihat. Hati anak-anak tidak bisa disentuh dengan kemarahan, melainkan dengan kasih sayang. Nasehat yang disampaikan dengan empati akan lebih mudah diterima dan menumbuhkan kesadaran dari dalam diri siswa. Bahkan, doa-doa yang diam-diam dipanjatkan guru untuk murid-muridnya menjadi investasi spiritual yang luar biasa, menghadirkan keberkahan yang tak selalu tampak, tetapi nyata dampaknya.
Kajian ba’da dhuhur itu pun ditutup dengan refleksi mendalam. Ramadhan mengajarkan bahwa keberkahan pendidikan lahir dari cinta yang tulus. Ketika guru mendidik dengan hati, mendoakan dengan ikhlas, dan menasihati dengan kelembutan, maka bukan hanya ilmu yang tersampaikan, tetapi juga cahaya keberkahan yang menerangi perjalanan generasi masa depan. Ramadhan kali ini kembali mengingatkan bahwa mendidik adalah ibadah, dan cinta adalah kuncinya.(HumasMTsN3).
