HUT RI #81

Mendidik Tanpa Membentak Dan Menasihati Tanpa Melukai

KUA JATILAWANG
KUA JATILAWANG
02 Nov 2026
14x dibaca
Diubah oleh yudi pada 02-11-2026 15:15
SHARE

Jatilawang – Mendidik anak bukan tentang seberapa keras suara orang tua terdengar, melainkan seberapa dalam nasihat menyentuh hati mereka. Pesan tersebut disampaikan Muhammad Taubah, Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang, saat memberikan bimbingan dan penyuluhan agama kepada jamaah Majelis Taklim (MT) Al Mukminah dengan materi “Mendidik Tanpa Membentak, Menasihati Tanpa Melukai.” (Senin, 2/11)

Dalam penyuluhan tersebut, Muhammad Taubah mengajak jamaah membangun pola pengasuhan yang dilandasi kesabaran, kelembutan, dan kasih sayang. Menurutnya, bentakan mungkin dapat menghentikan perilaku anak sesaat, tetapi kata-kata yang melukai berpotensi meninggalkan bekas dalam hati dan memengaruhi kedekatan emosional antara anak dan orang tua.

Ia menekankan pentingnya mengendalikan emosi sebelum menegur, memilih kata-kata yang bijak, mendengarkan perasaan anak, serta memberikan nasihat pada waktu dan suasana yang tepat. Ketegasan tetap diperlukan dalam mendidik, tetapi harus disampaikan tanpa merendahkan martabat dan melukai perasaan anak.

Melalui kegiatan tersebut, jamaah diajak menjadikan rumah sebagai ruang aman bagi tumbuhnya iman, akhlak, dan kasih sayang. Pendidikan keluarga hendaknya tidak hanya membentuk anak yang patuh, tetapi juga pribadi yang percaya diri, berakhlak mulia, dan mampu menghargai sesama.

Sebab, anak tidak hanya membutuhkan arahan untuk mengetahui mana yang benar, tetapi juga pelukan kasih sayang agar mampu menjalaninya. Nasihat yang disampaikan dengan kelembutan akan lebih mudah mengetuk hati, sedangkan kesabaran orang tua dapat menjadi kenangan indah yang dibawa anak sepanjang hidupnya.(tum)