HUT RI #81

Menebar Berkah di Tanah Gumelar: Penyuluhan KUA Gumelar Padukan Sosialisasi UPZ dan Kajian Kitab di Masjid Al-Hidayah Plumbungan

Oleh HUMAS
SHARE


Banyumas — Langkah nyata dalam membina umat dan memperkuat ukhuwah terus digelorakan oleh para Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Gumelar. Bertempat di Masjid Al-Hidayah, Dusun Plumbungan, Desa Gumelar, sebuah kegiatan pembinaan umat yang memadukan pencerahan spiritual dan edukasi sosial sukses digelar pada pekan ini. Selasa (22/09)

Kegiatan yang sarat makna ini menghadirkan dua narasumber sekaligus penyuluh agama berpengalaman, yakni Bahrul Hayat dan Warto Amirudin. Kehadiran keduanya disambut antusias oleh puluhan jamaah yang memadati ruang utama Masjid Al-Hidayah sejak sore hari.

Acara diawali dengan sesi sosialisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Dalam pemaparannya, narasumber menekankan pentingnya optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari tingkat desa hingga akar rumput.

"Zakat bukan hanya sekadar kewajiban ritual vertikal kepada Sang Pencipta, melainkan instrumen sosial horizontal yang memiliki kekuatan luar biasa untuk mengentaskan kemiskinan dan memberdayakan ekonomi umat di tingkat lokal," ungkap narasumber di hadapan para jamaah.

Melalui sosialisasi ini, para jamaah di Plumbungan diajak untuk lebih percaya diri dan terarah dalam menyalurkan zakat melalui lembaga resmi yang transparan dan akuntabel, sehingga dampaknya dapat dirasakan secara merata oleh warga yang membutuhkan di wilayah Kecamatan Gumelar.

Suasana semakin khidmat ketika agenda beralih ke sesi inti, yakni kajian rutin kitab kuning Maqosidul Asna. Kitab yang dikenal sarat akan nilai-nilai tasawuf dan pembentukan akhlak mulia ini dikupas dengan gaya penyampaian yang renyah, membumi, dan interaktif.

Para jamaah tampak menyimak dengan seksama setiap penjelasan yang diberikan mengenai esensi pembersihan hati, peningkatan kualitas ibadah sehari-hari, serta pentingnya menjaga keharmonisan sosial dalam kehidupan bertetangga. Interaksi hangat terjadi tatkala sesi tanya jawab dibuka, di mana beberapa jamaah antusias berkonsultasi seputar persoalan keagamaan yang kerap ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala KUA Gumelar melalui kegiatan ini terus mendorong para penyuluh agama fungsional maupun non-fungsional untuk aktif turun langsung ke masyarakat. Kolaborasi antara Bahrul Hayat dan Warto Amirudin dinilai berhasil menciptakan format dakwah yang komprehensif—tidak hanya menyentuh aspek rohani melalui majelis ilmu, tetapi juga menggerakkan kepedulian sosial ekonomi melalui penguatan zakat.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah antara jajaran Penyuluh Agama KUA Gumelar dengan pengurus takmir serta warga Masjid Al-Hidayah Plumbungan. Diharapkan, sinergi positif ini, kegiatan penyuluhan serupa dapat terus berkesinambungan dan membawa keberkahan serta kemajuan bagi masyarakat Desa Gumelar secara keseluruhan.