Menengok Harmoni Lintas Iman di Jantung Adat Banokeling Pekuncen
Oleh KUA Somagede
Banyumas — Ada yang berbeda dari pertemuan rutin Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Islam (PD IPARI) Kabupaten Banyumas kali ini. Alih-alih digelar di gedung pemerintahan atau hotel formal, pertemuan kali ini dilangsungkan di lokasi yang sarat akan nilai sejarah dan budaya: Balai Pertemuan Adat Banokeling, Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang. Rabu (1 /07)
Kehadiran para Penyuluh Agama Islam dari KUA Somagede bersama ratusan penyuluh lintas iman lainnya seolah menegaskan bahwa tugas penyuluhan hari ini bukan sekadar lisan, melainkan aksi nyata dalam merawat kerukunan di tengah keberagaman.
Pertemuan ini menjadi sangat istimewa karena dihadiri oleh jajaran tokoh lintas instansi dan lintas wilayah. Kehadiran mereka menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi dalam menjaga kondusifitas masyarakat.
Beberapa tokoh kunci yang tampak hadir di lokasi antara lain:
-
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas
-
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo (hadir sebagai bentuk studi banding dan penguatan jejaring)
-
Kasi Bimas Islam Kemenag Banyumas
-
Ketua PD IPARI Kabupaten Banyumas
-
Kepala Dindukcapil Kabupaten Banyumas (membawa misi integrasi layanan kependudukan dan keagamaan)
-
Kepala Desa Pekuncen & Ketua Adat Banokeling selaku tuan rumah yang menyambut hangat rombongan.
"Kehadiran kami di Balai Adat Banokeling ini adalah simbol bahwa negara, agama, dan adat budaya lokal bisa berjalan beriringan tanpa harus saling membenturkan," ujar salah satu perwakilan penyuluh di sela-sela acara.
Dipilihnya Desa Pekuncen—yang terkenal dengan komunitas adat Bonokeling-nya—sebagai tempat pertemuan bukanlah tanpa alasan. Tempat ini merupakan representasi hidup dari toleransi, di mana nilai-nilai luhur warisan leluhur berdampingan secara damai dengan kehidupan beragama modern.
Pertemuan lintas iman ini menjadi ruang diskusi yang segar bagi para penyuluh untuk saling bertukar pikiran, memperkuat mitigasi konflik keagamaan, sekaligus menyelaraskan program-program kepenyuluhan yang inklusif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Dengan dipandu oleh semangat kebersamaan, pertemuan rutin PD IPARI Banyumas hari ini sukses mengirimkan pesan damai dari Banyumas untuk Indonesia: bahwa perbedaan adalah kekayaan, dan kerukunan adalah tanggung jawab bersama. (Nuryati)
