Mengikat Cinta dalam Satu Akad yang Sakral di Tinggarjaya
Oleh KUA JATILAWANG
Banyumas — Di sebuah sudut Desa Tinggarjaya yang tenang dan bersahaja, sebuah peristiwa agung berlangsung dalam balutan kesederhanaan yang sarat makna. Pada hari yang penuh keberkahan itu, Bahtiar Febri Susanto dan Hikmah Rotsani mengikrarkan janji suci pernikahan mereka, disaksikan keluarga dan dipimpin langsung oleh Penghulu KUA Jatilawang, Iskandar Zulkarnain. Senin (06/04)
Sejak pagi, suasana telah dipenuhi harap dan doa. Angin yang berembus pelan seolah membawa bisikan restu dari langit, menyertai langkah dua insan yang bersiap mengikat cinta dalam satu akad yang sakral. Dengan raut wajah yang tenang namun tak lepas dari getar haru, Bahtiar dan Hikmah duduk berhadapan, menanti momen yang akan mengubah arah hidup mereka selamanya.
Prosesi pencatatan nikah dan ijab qabul berlangsung dengan khidmat. Iskandar Zulkarnain, dengan penuh ketelitian dan kebijaksanaan, memandu jalannya akad. Setiap kata yang diucapkan bukan sekadar rangkaian lafaz, melainkan jembatan yang menghubungkan dua hati dalam ridha Ilahi.
Saat ijab qabul dilantunkan, suasana mendadak hening. Semua mata tertuju pada satu momen yang tak tergantikan. Dengan suara yang mantap dan penuh keyakinan, Bahtiar mengucapkan janji sucinya dalam satu tarikan napas—lancar, tegas, dan menyentuh relung hati. Para saksi pun mengesahkan, menandai bahwa sejak detik itu, dua jiwa telah resmi dipersatukan dalam ikatan yang diridhai Allah SWT.
Tangis haru pecah di antara hadirin. Ada kebahagiaan yang mengalir bersama air mata, ada rasa syukur yang tak terucapkan. Bagi orang tua, ini adalah saat melepas dengan doa. Bagi pasangan pengantin, ini adalah awal dari perjalanan panjang yang akan mereka arungi bersama, dalam suka dan duka, dalam lapang dan sempit.
Dalam nasihatnya, Iskandar Zulkarnain mengingatkan bahwa pernikahan adalah amanah besar yang harus dijaga dengan keimanan dan kesabaran. “Cinta saja tidak cukup, ia harus dirawat dengan pengertian, diperkuat dengan keikhlasan, dan dijaga dengan komitmen yang tak tergoyahkan,” tuturnya dengan penuh keteduhan.
Pelaksanaan pencatatan nikah di Desa Tinggarjaya ini berlangsung tertib dan lancar, mencerminkan dedikasi KUA Jatilawang dalam memberikan pelayanan yang profesional, sekaligus menyentuh sisi kemanusiaan yang mendalam. Di balik proses yang sederhana, tersimpan makna besar tentang kehidupan dan pengabdian.
Kini, Bahtiar Febri Susanto dan Hikmah Rotsani melangkah sebagai suami istri, membawa harapan yang bersemi di dalam hati. Mereka memulai kisah baru, bukan sebagai dua individu yang berjalan sendiri, tetapi sebagai satu kesatuan yang saling menguatkan.
Di Desa Tinggarjaya, hari itu bukan sekadar hari biasa. Ia menjadi saksi bahwa cinta sejati tidak selalu membutuhkan gemerlap, cukup ketulusan yang diikrarkan dalam satu janji suci—janji yang akan mereka jaga, hingga waktu tak lagi berbicara.
