HUT RI #81

Mengukir Ibadah di Usia Senja, Penyuluh Hadir Beri Bimbingan di MT Annur Sokaraja Wetan

KUA Sokaraja
KUA Sokaraja
07 Okt 2026
8x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 07-10-2026 15:16
SHARE

Sokaraja — Memasuki usia senja bukanlah alasan untuk berhenti belajar dan meningkatkan kualitas ibadah. Justru, masa tua dapat menjadi kesempatan berharga untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Sokaraja dalam kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) di Majelis Taklim (MT) Annur Sokaraja Wetan. Rabu (07/10)

Kegiatan Bimluh tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memberikan pendampingan keagamaan kepada masyarakat, khususnya para jamaah majelis taklim yang telah memasuki usia lanjut. Materi yang diangkat adalah “Mengukir Ibadah di Usia Senja”, yang menekankan pentingnya memanfaatkan sisa usia dengan memperbanyak amal saleh, memperbaiki kualitas ibadah, serta menjaga hubungan baik dengan keluarga dan lingkungan.

Dalam penyampaiannya, Penyuluh Agama Islam mengajak para jamaah untuk tidak merasa terlambat dalam memperbaiki diri. Setiap detik kehidupan merupakan kesempatan untuk mendapatkan ampunan dan rahmat Allah SWT.

“Usia boleh bertambah, tenaga boleh berkurang, tetapi semangat beribadah jangan sampai padam. Justru di usia senja, mari kita memperbanyak bekal menuju kehidupan akhirat,” pesan Penyuluh dalam kegiatan tersebut.

Para jamaah juga diajak untuk memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, shalat, bersedekah, menghadiri majelis ilmu, berbakti kepada keluarga, serta memperbanyak istighfar. Ibadah tidak selalu harus dilakukan dalam bentuk amalan yang berat, tetapi dapat dimulai dari amalan sederhana yang dilakukan secara istiqamah.

Kegiatan Bimluh berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Para jamaah tampak antusias mengikuti materi dan berdiskusi mengenai berbagai persoalan ibadah yang dihadapi pada usia lanjut.

Bimluh di MT Annur Sokaraja Wetan diharapkan dapat memberikan motivasi spiritual dan ketenangan batin bagi para jamaah dalam menjalani masa tua. Para peserta semakin memahami bahwa usia senja bukan masa untuk berdiam diri, melainkan kesempatan untuk memperbanyak amal sebagai bekal menghadapi kehidupan akhirat.

Selain itu, kegiatan ini memperkuat peran Penyuluh Agama Islam sebagai pendamping dan penggerak masyarakat dalam meningkatkan pemahaman serta pengamalan nilai-nilai keagamaan.

Dengan semangat “Tidak ada kata terlambat untuk menjadi lebih baik”, usia senja diharapkan menjadi fase kehidupan yang penuh keberkahan—mengukir amal, memperbanyak doa, mempererat silaturahmi, dan menjemput husnul khatimah.