Menjadi Orang Tua Yang Tidak Mandul Menurut Rasulullah SAW
Oleh MTSN3 Banyumas
Banyumas_ Pengajian Ahad Kliwon oleh Majlis Ta’lim Al Mujahidin MTs Negeri 3 Banyumas (20/11/2022) dilaksanakan dengan pembicara Kyai. Amin Khaerudin, M.Ag. Pengasuh Pondok Pesantren Saains Al Qur’an Nusantara Tambak Sogra dimulai pukul 08.40 WIB sampai dengan pukul 10.30 WIB. Pengajian yang diikuti oleh orang tua atau wali murid siswa, Dewan Guru dan Karyawan, Komite dan para pengurus OSIM MTs Negeri 3 Banyumas berjalan dengan tertib dan sangat antusias. Sebelum pengajian dimulai dilaksanakan Istighotsah terlebih dahulu yang dipimpin oleh Kyai Ibni Ali Arifin.
Syarief Hidayat selaku kepala madrasah mengapresiasi kegiatan Istighotsah, makna Istighotsah adalah meminta bantuan (pertolongan), atau meminta dihilangkan kesulitan. Tentu saja doa istighotsah harus ditujukan kepada Allah SWT, dan bukan kepada makhluk, karena ini akan berujung pada kesyirikan. Dengan Istighotsah yang seperti ini maka kita berharap mendapatkan pertolongan dari Allah SWT dalam mendidik putra-putri kita, mendapatkan kemudahan dan bantuan untuk menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala madrasah juga berpesan bahwa untuk bisa menjaga anak-anak dalam hal keselamatan dan kesehatan, karena akhir-akhir ini ada anak seusia MTs/SMP yang mengalami kecelakaan saat berangkat ke sekolah/madrasah padahal anak seusia ini secara undang-undang belum diperbolehkan membawa dan mengendarai sepeda motor. Untuk madrasah sehubungan jalurnya belum dilewati angkutan umum sebaiknya kalau berangkat diantar saja, namun seandainya tidak bisa ya peraturan tata tertib berkendaraan dan berlalu lintas untuk diutamakan.
Dalam minggu ini pihak madrasah mencairkan dana PIP, monggo uang tersebut digunakan betul-betul untuk keperluan sekolah seperti pakaian seragam, sepatu, tas, buku pelajaran dan sebagainya. Jangan digunakan untuk keperluan kebutuhan rumah tangga seperti sembako apalagi nyicil sepeda motor, tambah pak Syarief.
Dalam kesempatan pengajian Ahad Kliwon kali ini pengajiannya diisi oleh Kyai Amin Khaeruddin dari Pondok Pesantren Sains Al Qur’an Nusantara Tambaksogra mengambil tema “ Menjadi Orang Tua Yang Tidak Mandul Menurut Rosulullah SAW”. Bapak ibu sudah benar menyekolahkan anak-anaknya di madrasah karena secara umum mata pelajarannya sama dengan mata pelajaran jenjang sekolah menengah pertama yang ada di bawah naungan dinas pendidikan disebelah, namun kelebihannya di bawah naungan Kementerian Agama memiliki keunggulan dalam hal pengetahuan dan pengamalan keagamaannya. Mandul menurut pemahaman umum masyarakat adalah ketidakmampuan untuk hamil walaupun aktif berhubungan seksual tanpa alat kontrasepsi selama 12 bulan. Namun orang tua yang mandul bukan seperti itu menurut Rosulullah SAW, karena anak itu dibagi menjadi tiga bagian yaitu anak biologis, anak idfiologis dan anak biologis sekaligus anak idiologis.
Anak Biologis adalah anak secara fisik dilahirkan dari rahimnya dan besar pandai secara ilmu pengetahuan dan nanti di akherat anak tersebut tidak bisa memberi manfaat kepadanya, anak idiologis adalah anak yang secara lahiriah tidak dilahirkan olehnya namun dibesarkan oleh orang tersebut dan didik secara ilmu pengetahuan dan ilmu agama sehingga anak tersebut menjadi anak yang sholeh dan di alam akherat nantinya bisa memberikan manfaat dan menolongnya. Sedang anak yang ketiga adalah anak biologis sekaligus anak idiologis yaitu anak yang lahir dari rahim atau keturunannya yang didik secara ilmu pengetahuan dan agama serta bermanfaat kelah di yaumul akhir bagi kedua orang tuanya demikian dijelaskan oleh pak Amin.(Reading & Publishing (RPS)
