Menteri Agama Tekankan Pentingnya Pengembangan Akademis Dan Integritas

Oleh HUMAS
SHARE

Purwokerto (Humas) - Menteri Agama dalam sambutannya menekankan pentingnya pengembangan budaya akademis dan integritas di lingkungan Kementerian Agama. Beberapa poin kunci yang disampaikan mencakup berbagai aspek pengembangan institusi dan sumber daya manusia.

"Pengembangan akademis harus menjadi budaya di lingkungan kita," tegas Menag. Beliau mendorong para dosen untuk lebih produktif dalam menghasilkan karya tulis dan penelitian yang dapat dilaporkan ke Kementerian Agama. Forum-forum seperti pertemuan DOSEN diharapkan dapat menghasilkan karya tulis yang berkualitas. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Agama dalam sambutan Rakernas hari ke 3. Minggu (17/11)

Dalam aspek pendidikan, Menag menekankan pentingnya pengembangan kurikulum terintegrasi yang mampu menyelesaikan permasalahan sosial. Pembentukan early library dan peningkatan pelatihan guru madrasah melalui Dikdasmen juga menjadi prioritas.

Menag juga menyoroti temuan mengkhawatirkan bahwa 56 persen kasus kekerasan berasal dari kaum perempuan. "Ini menjadi perhatian serius yang harus kita tangani bersama," ujarnya.

Terkait tata kelola dan pelayanan, beberapa arahan penting disampaikan:

Kanwil diminta mempertahankan muru'ah (kehormatan) dan kemampuan memberikan khutbah, Optimalisasi penggunaan IT dalam semua layanan, Penghapusan budaya amplop dalam kegiatan dinas, Pemanfaatan LPDP untuk pengembangan pendidikan, Implementasi ISO secara optimal

"Perlu diingat, ibadah tidak akan diterima selama 40 hari dari hasil korupsi," tegasnya. Menag mengajak seluruh jajaran untuk merenungkan tujuan hidup dan pentingnya bekerja dengan lurus dan berintegritas.

Dalam pengembangan ekonomi, Kanwil dan Kemenag didorong untuk mengambil peran lebih besar dengan catatan tidak melanggar aturan yang berlaku. "Buka sekat-sekat, namun tetap dalam koridor yang benar," tambahnya.

Menag menutup dengan menekankan pentingnya menjadi teladan, baik dalam tutur kata maupun perilaku. "Kita harus mandiri dan tidak bergantung pada pelayanan semata. Yang terpenting adalah bagaimana kita dapat memberikan contoh yang baik bagi masyarakat," pungkasnya.