Menuju Gerbang Sakinah: Catin Desa Tunjung Ikuti Bimwin Mandiri di KUA Jatilawang
Oleh KUA JATILAWANG
Jatilawang – Menjelang hari bahagia, kesiapan mental dan spiritual menjadi fondasi utama dalam membangun bahtera rumah tangga. Menyadari hal tersebut, KUA Jatilawang kembali menggelar program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri. Kegiatan yang ini ditujukan bagi pasangan calon pengantin (catin) asal Desa Tunjung, yakni Wanda Fiki dan Sony Irwanto, sebagai bagian dari prosedur resmi sebelum melangsungkan akad nikah. Selasa (31/03)
Kegiatan diawali dengan proses verifikasi administrasi yang ketat. Sebelum memasuki ruang bimbingan, kedua calon pengantin terlebih dahulu menjalani pemeriksaan berkas persyaratan nikah oleh Penghulu KUA Jatilawang. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan seluruh dokumen kependudukan dan syarat hukum lainnya telah terpenuhi sesuai dengan regulasi yang berlaku, guna menjamin legalitas pernikahan di mata negara.
Setelah dinyatakan lengkap secara administrasi, Wanda dan Sony langsung menerima pembekalan intensif dari Rais Rudiansyah Penyuluh Agama KUA Jatilawang. Dalam sesi tersebut, penyuluh menekankan pentingnya memahami "5 Pilar Keluarga Sakinah" sebagai komitmen bersama. Kelima pilar tersebut meliputi janji kokoh (mitsaqan ghalizhan), berpasangan (zawaj), saling memperlakukan dengan baik (mu’asyarah bil ma’ruf), musyawarah, serta rida yang tulus antara suami dan istri.
Penyuluh Agama menjelaskan bahwa pernikahan bukan sekadar penyatuan dua insan, melainkan sebuah ibadah panjang yang memerlukan kesabaran dan manajemen konflik yang baik. "Dengan memahami lima pilar ini, kami berharap pasangan Wanda dan Sony memiliki navigasi yang jelas dalam menghadapi dinamika kehidupan rumah tangga, sehingga tujuan menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, dan warahmah dapat terwujud," ujar sang penyuluh di sela-sela pemaparan materi.
Suasana bimbingan berlangsung hangat dan interaktif, di mana kedua calon pengantin diberikan ruang untuk berdiskusi mengenai kesiapan mereka. Sebagai bentuk apresiasi dan bukti keikutsertaan dalam program literasi keluarga ini, pihak KUA Jatilawang menyerahkan Sertifikat Bimwin resmi dari Kementerian Agama kepada kedua mempelai. Tak hanya itu, untuk menambah kenyamanan selama sesi berlangsung, panitia juga menyediakan paket kudapan (snack) bagi para peserta.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan khidmat dan lancar tanpa kendala berarti. Sebagai penutup sesi bimbingan yang inspiratif tersebut, para petugas KUA dan pasangan calon pengantin melakukan foto bersama sebagai dokumentasi kenang-kenangan. Langkah ini diharapkan menjadi awal yang manis bagi pasangan asal Desa Tunjung tersebut sebelum nantinya resmi mengucap janji suci di hadapan penghulu dan saksi.
