Menyemai Spirit Qurani di Bulan Suci, Tadarus Guru dan Karyawan MA Al Falah Jatilawang

Oleh MA AL FALAH JATILAWANG
SHARE

Banyumas - Bulan suci Ramadan menjadi momentum istimewa bagi keluarga besar MA Al Falah Jatilawang untuk meningkatkan kualitas keimanan dan kebersamaan. Salah satu kegiatan yang rutin dilaksanakan adalah tadarus Al-Qur’an oleh guru dan karyawan madrasah sebagai bentuk penguatan spiritual selama bulan penuh berkah ini.

Kegiatan tadarus ini dilaksanakan di lingkungan madrasah setiap hari selama bulan Ramadan. Seluruh guru dan karyawan terlibat aktif dalam membaca Al-Qur’an secara bergiliran sesuai pembagian juz yang telah ditentukan, sehingga tercipta suasana religius yang khidmat dan penuh kekhusyukan.

Secara waktu, program ini berlangsung sepanjang bulan Ramadan dengan sistem satu kali khataman setiap satu minggu. Dengan pembagian juz yang terstruktur, dalam tujuh hari seluruh peserta mampu menyelesaikan 30 juz Al-Qur’an secara bersama-sama, kemudian dilanjutkan kembali pada pekan berikutnya.

Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menyemai spirit Qurani di kalangan pendidik dan tenaga kependidikan. Melalui tadarus rutin, diharapkan nilai-nilai Al-Qur’an tidak hanya dibaca, tetapi juga dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan madrasah maupun di tengah masyarakat.

Kepala Madrasah, H. Amir Mahmud, menyampaikan apresiasinya terhadap konsistensi para guru dan karyawan dalam mengikuti kegiatan tersebut. “Tadarus ini bukan sekadar rutinitas Ramadan, tetapi menjadi ikhtiar bersama untuk membersihkan hati, memperkuat keimanan, dan menumbuhkan keteladanan bagi para siswa,” ujarnya.

Beliau juga menambahkan, “Sebagai pendidik, kita harus lebih dahulu dekat dengan Al-Qur’an agar mampu menanamkan nilai-nilai Qurani kepada peserta didik. Semoga setiap huruf yang kita baca menjadi pahala dan keberkahan bagi madrasah ini.”

Pelaksanaan tadarus dilakukan secara terjadwal, biasanya setelah kegiatan pembelajaran atau pada waktu yang telah disepakati bersama agar tidak mengganggu aktivitas utama. Koordinasi dilakukan oleh panitia internal sehingga pembagian juz berjalan tertib dan seluruh peserta mendapatkan bagian secara merata.

Antusiasme guru dan karyawan terlihat dari kehadiran yang konsisten setiap harinya. Suasana kebersamaan semakin terasa ketika menjelang khataman, di mana seluruh peserta menyelesaikan bacaan dengan penuh rasa syukur dan haru.

Melalui kegiatan ini, besar harapan agar budaya membaca dan mencintai Al-Qur’an semakin mengakar di lingkungan madrasah. Tidak hanya berhenti di bulan Ramadan, namun terus berlanjut pada bulan-bulan berikutnya sebagai tradisi positif yang memperkuat karakter religius di MA Al Falah Jatilawang serta membawa keberkahan bagi seluruh civitas akademika.