Merajut Asa Keluarga, Menanam Benih Generasi Sehat
Oleh KUA JATILAWANG
Jatilawang - Komitmen membangun keluarga yang harmonis sekaligus melahirkan generasi yang sehat menjadi pokok bahasan dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang diselenggarakan di KUA Jatilawang. Kegiatan tersebut diikuti oleh pasangan calon pengantin, Taufik Hidayat asal Kebasen dan Dewi Wulan Sari asal Desa Tunjung, Jatilawang. Selasa (07/07)
Bimbingan diberikan oleh Dedy Purwanto, Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang, sebagai bagian dari pembekalan bagi calon pengantin sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Materi yang disampaikan tidak hanya membahas keharmonisan keluarga, tetapi juga pentingnya mempersiapkan kesehatan keluarga sejak awal pernikahan.
Dalam penyampaiannya, Dedy menekankan pentingnya memperhatikan pemenuhan gizi, khususnya bagi ibu hamil, sebagai langkah nyata dalam mencegah stunting. Menurutnya, perhatian terhadap asupan gizi selama masa kehamilan menjadi investasi penting bagi tumbuh kembang anak sehingga dapat lahir dan berkembang secara sehat, cerdas, serta berkualitas.
Selain membahas pencegahan stunting, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya komunikasi yang baik dalam kehidupan rumah tangga. Komunikasi yang terbuka, jujur, dan saling menghargai diyakini menjadi salah satu kunci terciptanya keluarga yang harmonis serta mampu menyelesaikan berbagai persoalan dengan musyawarah.
"Rumah tangga yang kuat dibangun melalui komunikasi yang baik. Di samping itu, pasangan suami istri juga harus memiliki kepedulian terhadap kesehatan keluarga, dimulai dengan memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil agar terhindar dari risiko stunting," ujar Dedy dalam sesi bimbingan.
Pasangan calon pengantin mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif berdiskusi mengenai berbagai persiapan membangun keluarga. Mereka memperoleh bekal pengetahuan mengenai pentingnya kerja sama antara suami dan istri dalam menjaga keharmonisan rumah tangga sekaligus mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.
Melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan yang rutin dilaksanakan di KUA Jatilawang, diharapkan setiap calon pengantin memiliki kesiapan mental, spiritual, dan pengetahuan yang memadai untuk membangun keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah, serta turut berkontribusi dalam upaya pencegahan stunting sejak dari lingkungan keluarga. (dy)
