MGMP PAI SMA Jateng Desain RPP Pelajar Pancasila dan Moderat
Oleh Dudiyono
Semarang: Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (MGMP PAI) SMA Jawa Tengah menggelar webinar dalam rangka pengembangan kompetensi Guru PAI. Kegiatan webinar kali ini mengangkat tema “Merancang Pembelajaran PAI guna Mewujudkan Pelajar Pancasila yang Moderat”, yang dilaksanakan pada Sabtu (15/01) pukul 13.00 sampai dengan 15.30 yang dihadiri secara virtual oleh Ketua Pokjawas PAI Jawa Tengah, Pengurus MGMP PAI Jateng, Pengurus MGMP Kabupaten/Kota.
Amir Mahmud, selaku key note speaker yang sekaligus sebagai ketua Pokjawas PAI Provinsi Jawa Tengah menyampaikan, “apresiasi yang sebesar-besarnya dan bangga atas terselenggaranya kegiatan ini. Selamat dan sukses untuk MGMP PAI SMA Provinsi Jawa Tengah yang telah merancang berbagai program sebagai media pengembangan guru PAI khususnya di Jawa Tengah dan guru PAI pada umumnya. Kegiatan ini memberikan kontribusi besar bagi Guru PAI karena mereka nantinya akan dapat menyusun RPP yang berbasis moderasi beragama dan profil pelajar Pancasila”, tegasnya.
Hery Nugroho, selaku ketua MGMP PAI Jawa Tengah dalam sambutan pembukaan menyampaikan, “Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak baik panitia, pengurus MGMP PAI SMA provinsi Jawa Tengah maupun peserta webinar yang telah mensukseskan dan mengikuti kegiatan ini degan baik. Kegiatan ini penting untuk kita laksanakan karena ini bagian dari pengembangan kompetensi Guru PAI guna mewujudkan Pelajar Pancasila dan Moderat”, katanya singkat.
Mudawamah, selaku narasumber webinar Merancang Pembelajaran PAI: Mewujudkan Pelajar Pancasila yang Moderat menyampaikan, “Seorang guru sudah seharusnya dapat menciptakan proses pembelajaran dengan konsep profil pelajar Pancasila yang moderat. Dimana indikator profil pelajar Pancasila ada 6 (enam) yakni Beriman bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, Berkebhinekaan Global, Mandiri, Gotong Royong dan Bernalar Kritis”, jelasnya.
Lebih lanjut Mudawamah menyampaikan, “Terkait indikator moderasi beragama yakni Komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan serta penerimaan terhadap tradisi. Pancasila sebagai working ideology menjadikan pengamalan nilai-nilai Pancasila menjadi pedoman perilaku dalam kehidupan sehari-hari menjadi sangat penting untuk diwujudkan. Untuk itu perlu terobosan-terobosan nyata mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Profil pelajar Pancasila menjadi harapan nyata dunia pendidikan yang dipekuat dengan sendi-sendi moderasi beragama akan menjadikan kehidupan harmoni kehidupan bangsa dan bernegara”, pungkasnya.
Sementara narasumber lainnya Robingtaul Mutmainnah menyampaikan, “untuk mewujudkan karakter peserta didik dengan profil pelajar pancasila dan moderasi, Guru PAI hendaknya dapat merancang rencana pembelajaran dengan langkah-langkah yang sudah ditentukan seperti Menganalisis Silabus, sebagai langkah awal untuk memetakan KD dan karakter yang diharapkan muncul dari nilai karakter profil pelajar Pancasila dan Moderasi Beragama. Menentukan KD yang akan disampaikan kepada peserta didik, Analisis KI dan KD sebagai titik awal penguatan Pendidikan karakter yang diharapkan muncul yakni profil pelajar Pancasila dan moderasi beragama.
Masih menurut Robingatul bahwa langkah selanjutnya yaitu merumuskan IPK, yakni kompetensi operasional yang tidak multipretasi, harus rinci dengan mengacu kompetensi dari KD, harus diperhatikan dalam merumuskan IPK. Dalam merumuskan IPK juga harus memilih KKO bloom, mulai dari IPK penunjang maupun IPK utama. Mermuskan tujuan, dalam merumuskan tujuan harus dilihat kompetensi yang harus dikuasai, antara tujaun dan IPK harus match. Merancang kegiatan inti yang disesuaikan dengan model pembelajarannya, seperti discovery learning, inquiri learning dan lainnya. Mulai dari pembukaan, proses maupun penilaian. Proses pembelajaran, dengan tetap berpedoman dari silabus untuk menciptakan profil pelajar pancasila dan moderasi beragama. Sampai dengan penilaian, terinternalisasi karakter profil pelajar dan modersai beragama. Jika langkah-langkah tersebut dapat dilaksanakan, hal ini akan menjadikan nilai- nilai karakter moderasi beargama dan profil pelajar Pancasila benar-benar terinternalisasi dalam kehidupan peserta didik melalui pembelajaran PAI”, pungkasnya. (Du)
