MTs Negeri 1 Banyumas Selenggarakan Sosialisasi Pengolahan Sampah
Oleh HUMAS
Purwokerto (Humas) - Sampah tentu menjadi salah satu masalah yang dihadapi bangsa ini. Pengolahan sampah tentu bukan hanya menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah saja, namun menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat.
Melalui kegiatan P5 MTs Negeri 1 Banyumas menyelenggarakan sosialisasi tentang pengolahan sampah. Kegiatan yang diselenggarakan di aula ini menghadirkan Galih Bayu Kusuma selaku narasumber. (28/10/2023)
Sudir Kepala MTs Negeri 1 Banyumas mengatakan, "Kegiatan sosialisasi dan edukasi pengolahan sampah sangat penting, terlebih bagi anak didik kami. Tadi kami hanya mengikut sertakan kelas 7 saja dalam sosialisasi ini. Itu pun terbagi dalam 2 sesi," ujarnya.
Lebih lanjut Sudir menjelaskan, "Sesi pertama dimulai pukul 09.50 hingga pukul 11.10 WIB yang diikuti kelas 7A sampai 7E. Untuk sesi kedua mulai pukul 11.10 sampai pukul 13.30 WIB yang diikuti oleh kelas 7G sampai 7J. Sebelum siswa menuju ke aula, guru yang mengajar di masing-masing kelas tadi mempersiapkan siswanya dengan membentuk kelompok serta mengajak siswa untuk mencari informasi melalui internet tentang budidaya aneka sayuran," terang Sudir.
Galih Bayu Kusuma selaku narasumber sekaligus pendiri kebun senggani ini dalam pemaparannya menyampaikan, "Jenis sampah itu ada dua, yaitu sampah organik dan anorganik. Sampah organik adalah sampah yang berasal dari sisa-sisa organisme makhluk hidup baik manusia, hewan, serta tumbuhan,
sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya."
"Sampah organik ini bisa kita olah menjadi pupuk kompos untuk tanaman dirumah. Sedangkan sampah anorganik yang tidak mudah membusuk ini, bisa diolah seperti bekas wadah pembungkus makanan bisa dijadikan kerajinan tangan seperti tas ataupun yang lain."
"Terakhir saya mengajak kepada semua siswa untuk mencintai lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya. Dan harus sudah bisa membedakan mana sampah organik dan mana sampah anorganik sehingga kalian nantinya bisa mengolah sampah-sampah itu menjadi sesuatu hal yang bisa bermanfaat seperti pupuk kompos," pungkas Bayu. (ning)
