MUI Banyumas Gandeng BAZNAS Cetak Dai Gen Z: Dakwah Harus Kuasai Teknologi

Oleh HUMAS
SHARE

Purwokerto – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyumas mengambil langkah progresif dalam menghadapi arus informasi digital. Bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, resmi dibuka kegiatan Pelatihan Dai Muda dan Digitalisasi Dakwah dengan tema sentral "Membangun Strategi Dakwah Dai Muda di Era Transisi Teknologi dan Literasi." Rabu (11/02)

Acara ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Komisi Dakwah dan Komisi Digitalisasi MUI Kabupaten Banyumas yang didukung penuh oleh BAZNAS Kabupaten Banyumas. Sebanyak lebih dari 60 peserta dari kalangan muda tampak antusias mengikuti pembukaan yang berlangsung khidmat.

Ketua BAZNAS Banyumas, KH. Abdul Qodir, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata sinergitas antara lembaga dari tingkat pusat hingga daerah.
"Ini adalah sinergi pertama, tapi bukan yang terakhir. BAZNAS berkomitmen untuk terus mendukung program-program MUI ke depannya. Kami berharap ini menjadi pintu pembuka bagi anak-anak muda kita untuk mewarnai dunia digital dengan konten dakwah yang positif," ujar KH. Abdul Qodir.

Ketua MUI Kabupaten Banyumas, KH. Taefur Arafat, yang membuka acara secara resmi, menekankan pentingnya adaptasi teknologi bagi para mubaligh. Beliau mengingatkan agar tokoh muda Islam tidak ada lagi yang gagap teknologi (gaptek).

"Dakwah hari ini sangat bergantung pada bagaimana kita menggunakan teknologi dan IT. Kita harus mampu memanfaatkan kemajuan ini untuk menyebarkan pesan Islam yang Rahmatan Lil 'Alamin," tegas Taefur. Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, dan Al Irsyad yang turut mendukung ekosistem dakwah ini.

Ketua Panitia dalam laporannya menjelaskan bahwa target utama pelatihan ini adalah menyiapkan Dai dari kalangan Gen Z. Mengingat audiens masa kini berada di ruang siber, maka keahlian digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.

Salah satu peserta, Nuryati, yang merupakan Penyuluh Agama Islam dari KUA Somagede yang mewakili MUI Kecamatan Somagede, menyatakan bahwa pelatihan ini sangat krusial bagi para penyuluh lapangan agar tetap relevan dengan zaman.

Rangkaian Acara Pembukaan:
Pembukaan & Tilawah Al-Qur'an yang membawa suasana sejuk.
Menyanyikan Lagu Indonesia Raya sebagai bentuk komitmen kebangsaan.
Laporan Panitia & Sambutan-sambutan.
Doa Penutup: Dipimpin oleh KH. Mughni Labib, M.Si, memohon keberkahan atas majelis ilmu yang digelar.

Dengan dibukanya pelatihan ini, MUI Banyumas berharap lahir wajah-wajah baru dai muda yang tidak hanya fasih dalam ilmu agama, tetapi juga mahir meramu konten di media sosial. (Nur¥)