MUI Kedungbanteng Bersama KUA dan Forkompincam Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H
Oleh KUA Kedungbanteng
Kedungbanteng - Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Kedungbanteng berkolaborasi dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Kedungbanteng dan Forkompincam Kecamatan Kedungbanteng menyelenggarakan kegiatan pengajian dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Rabu (19/08)
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh khidmat, hangat, dan kekeluargaan. Acara tersebut turut dihadiri Yudhy Bachtiar Triputro, S.H., selaku eks Kepala KUA Kedungbanteng, serta diiringi lantunan shalawat dari Grup Hadroh As-Sakinah yang semakin menambah suasana religius dan semarak dalam kegiatan tersebut.
Peringatan Maulid Nabi ini dihadiri oleh kepengurusan MUI Kecamatan Kedungbanteng, staf dan para pegawai KUA Kedungbanteng, serta Bani P3N Kecamatan Kedungbanteng. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi wujud nyata semangat kebersamaan dan sinergi dalam memperkuat kehidupan keagamaan di Kecamatan Kedungbanteng.
Dalam sambutannya, Kepala KUA Kedungbanteng, Heru Purwanto, selaku Ketua Panitia Pengajian, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan. Beliau juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Camat Kedungbanteng, Didit Hermawan. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi terselenggaranya kegiatan keagamaan tersebut serta mendorong agar sinergi antara ulama, pemerintah, dan masyarakat terus diperkuat. Menurutnya, kebersamaan seperti ini menjadi salah satu modal penting dalam menciptakan masyarakat Kecamatan Kedungbanteng yang harmonis, religius, dan guyub.
Puncak acara diisi dengan tausiyah oleh KH Atiq Nurur Robani. Dalam tausiyahnya, beliau mengangkat tema tentang “Menceritakan Kelahiran Nabi Muhammad SAW dan Perjuangan Kakek-Kakek Rasulullah SAW.” Penyampaian kisah sejarah kehidupan Rasulullah SAW dan perjuangan para leluhurnya menjadi sarana bagi jamaah untuk memahami perjalanan sejarah Nabi sekaligus mengambil hikmah dan keteladanan dari kehidupan beliau.
Tausiyah tersebut mengajak para jamaah untuk tidak hanya mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadikan momentum Maulid sebagai sarana memperkuat iman, memperbanyak shalawat, serta menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Nilai-nilai keteladanan, perjuangan, kesabaran, dan akhlak mulia Rasulullah diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Rangkaian kegiatan semakin semarak dengan penampilan Grup Hadroh As-Sakinah yang mengiringi lantunan shalawat dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Suasana religius dan penuh kebersamaan pun terasa sepanjang acara. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H ini diharapkan menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat sinergi antara MUI, KUA, Forkompincam, dan seluruh elemen masyarakat, serta menumbuhkan semangat untuk terus meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam menjalankan kehidupan dan pengabdian kepada masyarakat.
Dengan semangat Maulid Nabi Muhammad SAW, mari bersama-sama memperkuat ukhuwah, menjaga kerukunan, dan menghadirkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
