Optimalkan BTA KKG PAI Sokaraja Gelar Workshop Pembelajaran Berdiferensiasi
Oleh Dudiyono
Sokaraja: Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) Kecamatan Patikraja menggelar kegiatan Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Mengoptimalkan Baca Tulis Al Qur’an. Kegiatan ini dilakukan di RM. Citra Sokaraja pada Sabtu (18/02). Hadir dalam kegiatan tersebut Pengawas PAI Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Pengurus dan Anggota KKG PAI SD Kecamatan Sokaraja.
Hj. Inung Siti Nur Hidayati, M.Pd selaku pengawas PAI dan sekaligus narasumber menyampaikan, “Permasalahan baca tulis Al Qur’an menjadi persoalan yang begitu penting dan sangat terkait dengan persoalan karakter. Baca Tulis Al Qur’an idealnya ditanamkan dan diajarkan sejak usia dini, terutama pada usia sekolah dasar. Baca tulis Al Qur’an dan pendidikan karakter banyak hambatan antara lain karena masih banyak para orang tua yang mempercayakan pengasuhan anak kepada pihak lain ketimbang diasuh oleh orang tuanya”, jelasnya.
“Kami mengapresiasi kegiatan yang digagas Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas, yang dengan segera menyikapi permasalahan pentingnya pembelajaran berdiferensiasi. Pembinaan dan Workshop menjadi alternatif untuk solusi terkait pembelajaran yang berkembang saat ini”, pungkasnya.
Dalam kesempatan terpisah Kasi PAI Kankemenag Kab. Banyumas Agus Setiawan, S.Sos.I., menyampaikan “pentingnya para Guru PAI sebagai ujung tombak implementasi Kurikulum untuk meningkatkan pendidikan karakter melalui pembelajaran berdiferensiasi. Kasi PAI juga menyinggung tentang pentingnya kordinasi antara KKG PAI dengan seksi PAI agar kegiatan PAI lebih tersosialisasikan dengan baik”, ungkapnya.
Ulfah Zuraida, S.Pd.I selaku ketua KKG PAI Kecamatan Sokaraja yang juga panitia kegiatan ini menyampaikan, “Workshop yang sekaligus diisi pembinaan ini diikuti oleh 41 peserta terdiri dari para Guru PAI di wilayah kecamatan Sokaraja. Peserta dibekali materi dan sekaligus praktik tentang bagaimana merancang pembelajaran yang diawali dengan asesmen diagnostik baik kognitif maupun non kognitif, memilih metode sesuai kecenderungan peserta didik, memenej materi sesuai hasil asesmen sampai pada mempraktikkan dalam bentuk simulasi dan peer teaching. “Para peserta sangat senang mendapatkan materi ini dan berharap sering mendapat pembinaan seperti ini”, pungkasnya singkat. (DU)
