Pagi Ceria di Mushola Al Mujahidin, Murid Kelas 7F Rawat Kebersihan dengan Gotong Royong
Oleh MTSN3 Banyumas
Banyumas — Pagi hari di MTs Negeri 3 Banyumas tidak hanya diwarnai dengan aktivitas belajar di ruang kelas. Ada pemandangan sederhana namun penuh makna di Mushola Al Mujahidin. Sejumlah murid kelas 7F bersama wali kelas, Fatia Putri Hasna, melaksanakan piket kebersihan dengan penuh semangat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembiasaan positif madrasah dalam menanamkan kepedulian terhadap kebersihan, kedisiplinan, gotong royong, sekaligus menjaga kesucian tempat ibadah. Kamis (03/09)
Dengan berbagi tugas, murid-murid 7F membersihkan berbagai bagian Mushola Al Mujahidin, mulai dari menyapu dan mengepel lantai, membersihkan tempat wudu, kamar mandi, hingga merapikan area di sekitar mushola. Mereka bekerja bersama tanpa banyak mengeluh. Ada yang sibuk membawa sapu, ada yang mengepel lantai, sementara beberapa lainnya membersihkan tempat wudu dan area kamar mandi. Suasana pagi pun terasa lebih hidup karena pekerjaan yang dilakukan bersama-sama justru menghadirkan keceriaan tersendiri.
Keseruan semakin terlihat ketika beberapa murid membersihkan tempat wudu. Sambil bekerja, sesekali mereka saling bercanda dan bahkan memercikkan air kepada teman di sebelahnya. Canda sederhana itu membuat suasana menjadi lebih akrab, meskipun tetap dalam batas kewajaran dan tidak mengurangi kesungguhan mereka menyelesaikan tugas. Di sisi lain, murid yang bertugas mengepel lantai juga tampak menemukan cara unik untuk membuat pekerjaan terasa lebih menyenangkan. Dengan penuh canda, ada yang menaiki alat pel agar dapat bergerak lebih cepat. Tingkah polos tersebut menjadi bagian dari warna-warni kegiatan piket pagi yang membuat aktivitas kebersihan tidak terasa sebagai beban.
Lebih dari sekadar membersihkan ruangan, kegiatan tersebut menjadi sarana pendidikan karakter yang nyata. Murid belajar bahwa menjaga kebersihan dan kesucian rumah ibadah merupakan tanggung jawab bersama. Mereka juga belajar tentang kerja sama, kepedulian, tanggung jawab, disiplin, dan saling membantu. Nilai-nilai tersebut tidak selalu harus diajarkan melalui teori di dalam kelas, tetapi dapat tumbuh melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten setiap hari.
Kegiatan piket kebersihan pagi juga mendapat perhatian dari Waka Kesiswaan MTs Negeri 3 Banyumas, Ibni Ali Arifin, yang secara rutin mengingatkan murid mengenai jadwal piket setiap hari. Pengingat tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah agar kegiatan kebersihan berjalan tertib dan menjadi budaya yang melekat dalam keseharian murid. Dengan demikian, kebersihan lingkungan madrasah, khususnya tempat ibadah, tidak hanya menjadi tugas petugas kebersihan, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh warga madrasah.
Kebersamaan murid kelas 7F pagi itu memberikan pesan sederhana namun kuat: madrasah yang bersih lahir dari warga madrasah yang peduli. Dari sapu yang digerakkan bersama, lantai yang dipel hingga bersih, tempat wudu yang kembali rapi, hingga canda kecil di sela-sela pekerjaan, tumbuh pembelajaran tentang bagaimana menjaga lingkungan dengan hati yang gembira.
Melalui pembiasaan seperti ini, MTs Negeri 3 Banyumas terus berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga membentuk murid yang berkarakter, peduli lingkungan, bertanggung jawab, dan memiliki kecintaan terhadap rumah ibadah. Semangat tersebut menjadi bagian dari wajah “Madrasah Keren NG’TREN”—madrasah yang terus bergerak, berbudaya positif, dan menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna dalam setiap aktivitasnya.(HumasMTsN3).
