Pecah Bisul Selepas Asesor Pulang

Oleh HUMAS
SHARE

Banyumas (Humas) - Pecah bisul, itulah kelegaan yang tengah dirasakan saat ini oleh Kepala Madrasah beserta para dewan guru dan karyawan MA NU Al Mujahidin Rawalo, setelah selama dua hari berturut-turut yakni Jumat-Sabtu, 25-26 Oktober 2024 di Visitasi Akreditasi oleh dua orang Asesor dari BAN PDM Prov. Jawa Tengah yaitu Eva Lutfiah,. dan  Srikanti . Sabtu (26/10)

Kedua Asesor dari Bumiayu ini menyampaikan bahwa MA NU Al Mujahidin ini masih 1 hati 2 cinta namanya, karena lokasinya masih menyatu antara MTs Al Mujahidin dengan MA NU Al Mujahidin. Seharusnya terpisah antara MTs dengan MA sekalipun masih satu komplek. Adapun mengenai nilai, yang menentukan itu panjenengan sendiri, yaitu dari bukti fisik yang panjenengan upload. Semoga bisa terpenuhi semua.

Nurul Aeni Hani selaku Kepala Madrasah menyampaikan, bahwa pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin memenuhi komponen-komponen yang harus disiapkan, sejumlah 59 poin bukti fisik telah kami upload untuk penilaian.

Kami menyadari kekurangan dan keterbatasan kami saat ini, karena baru 3 tahun berjalan menyelenggarakan pendidikan Madrasah Aliyah. Sebenarnya lahan sudah disediakan oleh Abah selaku pengasuh pesantren sekaligus pimpinan yayasan Al Mujahidin, yang rencananya untuk membangun gedung Madrasah Aliyah supaya terpisah dengan MTs.  Namun dari yayasan masih belum cukup anggaran untuk membangun. Mudah-mudahan Allah SWT meridhai sehingga 5 tahun yang akan datang sudah berbeda, sudah ada perubahan menjadi satu hati satu cinta." Terangnya.

Siti Muflikhah selaku Pengawas Madrasah menyampaikan bahwa Visitasi Akreditasi adalah kegiatan penilaian untuk menentukan kelayakan satuan dan/atau program pendidikan kesetaraan berdasarkan penilaian mutu layanan pendidikan.

Akreditasi bertujuan untuk memastikan legalitas dan penjaminan mutu pendidikan. Dengan adanya akreditasi ini, insya Allah MA NU Al Mujahidin akan semakin meningkatkan mutu layanan pendidikan, baik dalam pembelajaran di kelas oleh para guru maupun kelengkapan sarana dan prasarana madrasah yang nota bene untuk saat ini masih sangat terbatas. “ tutur Siti.

Lima tahun ke depan, insya Allah MA NU Al Mujahidin sudah berbeda jauh dengan sekarang. Sudah bisa satu hati satu cinta, siswa semakin banyak dan pembelajaran makin berkualitas.” Pungkasnya. (muf/yud)