Pelita di Antara Langit dan Bumi, Kajian Kitab Adabul Alim wal Mutaallim
Oleh KUA JATILAWANG
Jatilawang - Suasana pagi di Kantor Urusan Agama (KUA) Jatilawang dipenuhi semangat menuntut ilmu dalam kegiatan kajian kitab Adabul ‘Alim wal Muta’allim karya Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari yang rutin dilaksanakan setiap Kamis pagi. Kajian tersebut dipandu oleh Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan bekal dalam pelaksanaan bimbingan serta penyuluhan keagamaan kepada masyarakat. Kamis (11/06)
Tema kajian yang dibahas adalah sebuah atsar dari Sufyan bin ‘Uyainah rahimahullah yang menyatakan “Kedudukan manusia yang paling tinggi di sisi Allah adalah orang yang berada di antara Allah dan di antara hamba-hamba-Nya; mereka itulah para nabi dan para ulama.”
Dalam pemaparannya, penyuluh menjelaskan bahwa para ulama memiliki kedudukan yang mulia karena mengemban tugas menyampaikan ilmu dan petunjuk Allah kepada umat manusia. Mereka menjadi penghubung antara wahyu yang dibawa para nabi dengan kehidupan masyarakat, sehingga keberadaan ulama menjadi penerang bagi umat dalam memahami ajaran agama secara benar.
Kajian yang diselenggarakan di aula KUA Jatilawang ini diikuti dengan penuh perhatian oleh peserta. Selain memperdalam pemahaman terhadap adab menuntut ilmu dan menghormati guru, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat semangat para penyuluh dalam menjalankan tugas pembinaan umat.
Kajian kitab klasik karya pendiri Nahdlatul Ulama tersebut penting untuk terus dilestarikan karena mengandung nilai-nilai keilmuan, akhlak, dan keteladanan yang relevan dalam kehidupan dakwah masa kini. Melalui kegiatan ini, para penyuluh diharapkan memiliki bekal spiritual, intelektual, dan moral yang kuat dalam melaksanakan tugas bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat.
Dengan berlangsungnya kajian rutin ini, KUA Jatilawang terus berupaya menjadikan ilmu sebagai cahaya yang menerangi langkah pelayanan keagamaan, sekaligus meneguhkan peran penyuluh sebagai penerus estafet dakwah yang menghubungkan nilai-nilai ilahiah dengan kehidupan umat.(dy)
