Pembekalan Penyuluh Agama Islam Dalam Rangka Pencegahan Stunting di Kabupaten Banyumas
Oleh Seksi Bimas
Purwokerto – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas menggelar kegiatan pembekalan bagi para Penyuluh Agama PPPK angkatan 2023 di Aula Al-Ikhlas setempat. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut kesepakatan bersama antara Kemenag Kabupaten Banyumas dan PKK Kabupaten Banyumas. Tujuan utamanya adalah memperkuat peran penyuluh dalam mendukung upaya penurunan angka stunting di wilayah ini. Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai dengan dihadiri peserta dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Banyumas. Senin (22/06)
Dalam sambutannya, Kepala Bidang atau pejabat terkait H. Agus Setiawan, menyampaikan bahwa pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama lintas sektor. Beliau menegaskan bahwa ajaran Islam sangat menganjurkan pemeliharaan kesehatan dan konsumsi makanan yang baik dan halal. Peran penyuluh agama dinilai sangat strategis karena memiliki akses langsung dan kepercayaan tinggi di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan penyuluh dapat menjadi jembatan penyampaian informasi yang benar dan mudah dipahami.
Narasumber utama kegiatan ini adalah Rani Sekar Pratiwi, Dietisien dari Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyumas. Beliau menjelaskan definisi stunting menurut Perpres Nomor 72 Tahun 2021 beserta faktor penyebab dan dampak jangka panjangnya pada anak. Data terbaru menunjukkan prevalensi stunting pada balita di Banyumas mencapai 12,69 persen pada Mei 2026, dengan faktor utama berasal dari lingkungan dan pola hidup. Penyampaian materi juga dikaitkan dengan dalil Al-Qur’an yang menekankan pentingnya gizi dan asuhan yang baik bagi keturunan.
Rani Sekar Pratiwi juga menguraikan peran konkret penyuluh agama dalam memberikan edukasi kepada calon pengantin dan keluarga. Penyuluh diharapkan dapat meluruskan berbagai mitos yang berkembang di masyarakat serta mendorong pemeriksaan kesehatan sebelum menikah. Strategi komunikasi menggunakan bahasa sederhana dan pendekatan budaya lokal disampaikan agar pesan lebih mudah diterima. Kerjasama yang erat antara penyuluh agama, tenaga kesehatan, dan tokoh masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan kesepakatan untuk melaksanakan penyuluhan secara terpadu di lingkungan masing-masing. Peserta berkomitmen mengintegrasikan materi pencegahan stunting ke dalam kegiatan bimbingan keagamaan sehari-hari. Upaya ini diharapkan mampu menurunkan angka stunting secara bertahap dan berkelanjutan di Kabupaten Banyumas. Akhirnya, seluruh pihak berharap terwujud generasi yang sehat, cerdas, dan memiliki kualitas hidup yang lebih mulia di masa mendatang.
