Pencuri yang Paling Jelek
Oleh Dudiyono
Purwokerto: SMA Negeri 4 Purwokerto menggelar kultum Ramadhan 1444 H rutin pagi hari menjelang kegiatan pembelajaran bagi Ibu/Bapak Guru dan Karyawan. Kegiatan dilakukan mulai pukul 07.00 s.d 07.15. Di kultum hari efektif pertama Senin, (27/03) disampaikan oleh ustad Toyib Yuliadi, SHI. M.Pd dengan tema Pencuri yang Paling Jelek.
Kepala SMA Negeri 4 Purwokerto Wasono Ardi Saputro, M.Pd menyampaikan, "kegiatan kultum pagi menjelang kegiatan pembelajaran bagi Guru dan Karyawan SMA Negeri 4 Purwokerto ini sangat penting apalagi di saat bulan Ramadhan, sebagai bulan untuk melatih dan meningkatkan kualitas diri dalam beribadah", ungkapnya.
"Kegiatan kultum ini dilaksanakan rutin tiap pagi dan bergilir bergantian sesuai guru yang terjadwal. Kami berharap dengan kultum Ramadhan ini dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan keluarga besar SMA Negeri 4 Purwokerto, serta dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari", pungkasnya.
Toyib Yuliadi, M.Pd ketika memberikan materi kultum Ramadhan menyampaikan, "Nabi Muhammad SAW bersabda di kitab Tambihul Ghofilin, "Maukah saya kabari pencuri yang paling jelek?. Sahabat menjawab; "mau ya Rasulullah". Nabi bersabda "yaitu orang yang pada waktu sholat mencuri". jelas Toyib.
Lebih lanjut Ustad Toyib meneruskan penjelasannya, "kemudian Nabi ditanya lagi, "ya Nabi bagaimana mungkin orang sholat mencuri?. Nabi menjawab, yaitu menjadi orang yang pada waktu sholat tidak sempurna rukuk dan sujudnya", ungkapnya.
"Batas minimal rukuk, tangan sampai lutut, sempurnanya tangan pegang lutut kepala. Kemudian punggung/geger, pantat lurus, sehingga umpama papan diletakkan di atasnya tidak akan jatuh. Sujud yang sempurna diawali dari lutut, tangan, jidat, hidung sampai pada tempat sujud dan agak diberatkan kepalanya sehingga umpama kapas di letakan di bawah tempat sujud akan dekok ada bekas sujud", pungkas Toyib. (DU)
