Pendamping Mustahik Produktif Ikuti Pembekalan dan Evaluasi di Purwokerto
Oleh KUA JATILAWANG
Banyumas - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyelenggarakan kegiatan Pembekalan, Monitoring dan Evaluasi Pendamping Mustahik Produktif Tahun 2024 Tahap II Angkatan I dan II untuk wilayah Kabupaten Banyumas, Cilacap, dan Banjarnegara di Lantai 2 Hotel Luminor Purwokerto. Kegiatan ini diikuti para pendamping mustahik produktif sebagai bagian dari penguatan kapasitas, evaluasi program, dan pengukuran keberhasilan pendampingan di lapangan. Jumat (24/04)
Sebanyak 76 pendamping mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 29 pendamping dari Kabupaten Banyumas, 28 pendamping dari Kabupaten Cilacap, dan 19 pendamping dari Kabupaten Banjarnegara. Salah satu peserta yang turut mengikuti proses penilaian pendampingan adalah Dedy Purwanto Adisaputra, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, yang mendampingi lima mustahik produktif di wilayah Jatilawang.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pembekalan kepada para pendamping, melakukan monitoring terhadap perkembangan program pemberdayaan mustahik, serta mengevaluasi efektivitas pendampingan dalam mendorong kemandirian ekonomi penerima manfaat zakat produktif.
Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah, KH Ahmad Daroji, dalam sambutannya menegaskan bahwa tugas pendamping merupakan amanah yang mulia karena berperan langsung dalam proses pemberdayaan umat. Ia menekankan pentingnya nilai kejujuran dalam pendampingan.
“Pendamping itu mulia, dan dalam tugas pendampingan diperlukan kejujuran, karena kejujuran membawa kepada kebaikan,” ujar KH Ahmad Daroji. Ia juga mengisahkan keteladanan Umar bin Khattab yang membebaskan seseorang dari perbudakan karena kejujurannya, sebagai pelajaran moral bagi seluruh peserta.
Selain memberikan motivasi, KH Ahmad Daroji juga mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan Ketua Baznas Kabupaten Banjarnegara yang sedang sakit agar segera diberi kesembuhan dan kesehatan.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti pembekalan, sesi monitoring, serta evaluasi atas proses pendampingan mustahik produktif yang telah berjalan. Melalui kegiatan ini diharapkan para pendamping semakin profesional, amanah, dan efektif dalam mengawal mustahik menuju kemandirian dan peningkatan kesejahteraan.
Bagi para pendamping, kegiatan ini tidak hanya menjadi forum evaluasi, tetapi juga ruang memperkuat komitmen bahwa pendampingan mustahik bukan sekadar tugas program, melainkan bagian dari ikhtiar memberdayakan umat melalui zakat yang produktif dan berkelanjutan. (dy)
