Pengawas PAI Kemenag Banyumas Tekankan Literasi, Numerasi, dan HOTS dalam Monitoring Asesmen Kelas VI di Kebasen
Oleh HUMAS
Kebasen — Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Didit Ariyanto Arifin, melaksanakan kegiatan monitoring pelaksanaan asesmen kelas VI di SDN Karangsari dan SDN 3 Bangsa Kebasen. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kualitas penyusunan dan pelaksanaan soal asesmen khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Senin (6/4).
Dalam arahannya, Didit Ariyanto Arifin menekankan pentingnya integrasi literasi dan numerasi dalam penyusunan soal PAI. Menurutnya, soal tidak hanya menguji hafalan, tetapi juga harus mampu mengukur kemampuan berpikir kritis peserta didik.
“Penyusunan soal PAI harus mengarah pada kemampuan berpikir tingkat tinggi atau HOTS (Higher Order Thinking Skills), sehingga siswa mampu memahami, menganalisis, dan mengaplikasikan materi dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga menegaskan bahwa salah satu ciri khas pembelajaran PAI tetap harus dijaga, yakni adanya muatan **bacaan Al-Qur’an dan Hadis** dalam soal. Namun demikian, porsinya dibatasi maksimal **10% dari total jumlah soal**, agar tetap proporsional dan tidak mendominasi keseluruhan asesmen.
Lebih lanjut, Didit Ariyanto Arifin mengingatkan para guru untuk senantiasa menjalin komunikasi dan koordinasi dengan Pengawas PAI dalam proses penyusunan soal. Hal ini penting agar soal yang dibuat benar-benar sesuai dengan ketentuan, tidak menyimpang dari materi kelas VI, serta memenuhi standar kualitas yang diharapkan.
“Koordinasi dengan pengawas sangat penting agar soal yang disusun tidak keluar dari kompetensi dasar dan tetap sesuai dengan kurikulum yang berlaku,” tambahnya.
Kegiatan monitoring ini disambut positif oleh pihak sekolah dan guru, yang merasa terbantu dalam meningkatkan kualitas asesmen. Diharapkan melalui kegiatan ini, mutu pembelajaran dan evaluasi PAI di sekolah dasar semakin meningkat serta mampu menghasilkan peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman agama yang baik.
Monitoring berjalan lancar dan menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama Kabupaten Banyumas dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya pada bidang Pendidikan Agama Islam di tingkat sekolah dasar.
