HUT RI #81

Penghulu Tak Gentar: Demi Keabsahan Pernikahan, Medan Sulit Pun Diterjang

KUA KEMRANJEN
KUA KEMRANJEN
27 Mar 2026
14x dibaca
SHARE

Banyumas — Di tengah tantangan medan yang tak selalu bersahabat, seorang penghulu bernama Apriliyanto menunjukkan dedikasi luar biasa dalam menjalankan tugasnya mencatat pernikahan. Bagi Apriliyanto, setiap pasangan berhak mendapatkan pengakuan sah atas hubungan mereka, apa pun rintangan yang menghadang. Jumat (27/03)

Wilayah Sidamulya di Kemranjen dikenal memiliki akses yang tidak selalu mudah dijangkau. Jalan berbatu, licin saat hujan, hingga jarak tempuh yang cukup jauh kerap menjadi hambatan bagi pelayanan administrasi, termasuk pencatatan pernikahan. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah Apriliyanto.
“Selama pasangan siap menikah secara sah, saya harus hadir. Itu amanah,” ujar Apriliyanto saat ditemui di sela perjalanannya menuju salah satu lokasi akad nikah.

Tak jarang, ia harus menempuh perjalanan dengan kendaraan roda dua melewati jalan sempit, bahkan berjalan kaki ketika akses kendaraan tidak memungkinkan. Dalam beberapa kesempatan, ia juga harus menghadapi cuaca ekstrem demi memastikan prosesi akad berlangsung dan tercatat secara resmi.

Perjuangan ini bukan sekadar formalitas administratif. Pencatatan pernikahan memiliki dampak besar terhadap kepastian hukum bagi pasangan, terutama dalam hal hak-hak keluarga, warisan, hingga perlindungan bagi anak-anak yang lahir dari pernikahan tersebut.

Warga setempat pun mengapresiasi dedikasi Apriliyanto. Mereka menilai kehadirannya bukan hanya sebagai petugas negara, tetapi juga sebagai sosok yang membawa kepastian dan ketenangan bagi masyarakat.
“Beliau tidak pernah menolak, walaupun tempat kami sulit dijangkau. Kami sangat terbantu,” ujar salah satu warga Sidamulya.

Dalam kondisi serba terbatas, semangat pengabdian Apriliyanto menjadi contoh nyata bahwa pelayanan publik tidak selalu harus menunggu kemudahan. Justru di tempat-tempat terpencil, dedikasi seperti inilah yang paling dibutuhkan.

Dengan tekad yang kuat, Apriliyanto terus membuktikan bahwa keabsahan sebuah hubungan bukan hanya soal dokumen, tetapi juga tentang perjuangan untuk menghadirkan keadilan dan pengakuan bagi setiap warga negara. (wu)