Penyuluh Agama Islam Bergerak Peduli Disabilitas Ganda
Oleh yudza1
Purwokerto (Humas) - Penyuluh Agama Islam sebagai garda terdepan yang dimiliki oleh Kementerian Agama. Penyuluh agama islam memiliki peran penting guna menjaga kondusifitas moral. Tidak hanya menjaga kondusifitas moral di masyarakat, tetapi juga hadir di semua lini kehidupan masyarakat.
Bertempat di kediaman Dipo Wiyono Kelurahan Sumampir Kecamatan Purwokerto Utara, Lu’luatul Fauziati Penyuluh Agama Islam Fungsional Kabupaten Banyumas, turut terjun pada Paguyuban Peduli Disabilitas Ganda (PPGD) Kabupaten Banyumas yang di Koordinir oleh dr.Siswanto Budi Winoto. Minggu, (16/6)
“Fungsi penyuluh mengapa harus turut andil terjun pada paguyuban ini adalah banyak orang tua yang memiliki anak-anak disabilitas ini tidak bisa mengikuti kegiatan di lingkungannya terutama kaum ibu. Karena mereka fokus mengurus anak yang berkebutuhan khusus ini dan tidak bisa ditinggalkan. Terutama tentang keruhanian, sehingga kaum ibu ini butuh dorongan moril dari sisi agama,” ungkap Lulu sapaan akrabnya.
Lebih lanjut Lulu menambahkan, “Banyak materi agama yang bisa penyuluh agama islam lakukan baik untuk orang tua terutama dalam hal mengenalkan huruf-huruf Al Quran yang nantinya bisa diajarkan kepada anak-anaknya.”
dr.Siswanto Budi Winoto selaku Ketua Paguyuban Disabilitas Ganda (PPGD) Kabupaten Banyumas menyampaikan, “Tujuan kami mendirikan paguyuban ini adalah untuk mengakomodir teman-teman yang mempunyai anak-anak Disabilitas Ganda. Pengertian Disabilitas Ganda itu sendiri adalah kecacatan baik daksa maupun mentalnya. Jadi sudah lengkap. Mengapa terjadi cacat seperti ini? Ini terjadi karena ada sejak kelahiran sudah ada kelainan-kelainan. Ini pentingnya bagi calon pengantin dengan pengetahuan tentang perawatan pada saat hamil.”
“Jangan sampai pada saat hamil terjadi trauma yang bisa menimbulkan keccacatan baik secara fisik maupun penyakit-penyakit karena kurangnya asupan nutrisi sejak anak dalam kandungan. Saya mendirikan paguyuban ini sejak tahun 2019 yang anggotanya pada saat ini sudah mencapai 100 orang dari seluruh Kabupaten Banyumas. Anak-anak ini memiliki kebutuhan yang sangat tinggi. Mereka membutuhkan makan-makan yang bergizi untuk perkembangan mereka.”
“Untuk terapinya pun khusus fisioterapi yang dilakukan yang mana orang tua harus rutin mengantar anak-anaknya. Sehingga adanya paguyuban ini agar kita bisa saling mendukung dalam hal perawatan anak-anak kita. Selama ini kami mendapatkan bantuan dari OHANA (Organisasi Harapan Nusantara) yang ada di Yogyakarta dalam pengadaan kursi roda adaptif dan ini bantuan dari luar negeri dan juga dari Korem, Kodim, dan Koramil TNI Angkatan Darat. Total yang sudah kami dapatkan 87 kursi adaptif yang mana kursi roda ini berbeda dengan kursi roda pada umumnya.”
“Kami juga ada perkumpulan rutin yang mana para orang tua ini memiliki UMKM dan nantinya akan kami gerakkan. Terlebih kami berterima kasih kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas dengan kehadiran Penyuluh Agama untuk turut mendukung kami secara moril agama dan juga dalam pengembangan UMKM ibu-ibu dengan mengakomodir Sertifikat Halal,” pungkas dr.Sis. (jul)
