Penyuluh Agama Islam Beri Dampak Untuk Masyarakat

Oleh yudza1
SHARE

Banyumas (Humas) – Penyuluh Agama adalah ujung tombak Kementerian Agama yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Tidak hanya urusan agama saja. Tetapi juga hadir di semua lini kehidupan masyarakat serta berperan mendukung program Pemerintah.

Bertempat di Desa Keniten Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas, penyuluh Agama Islam bersama stakeholder yang lain seperti Baznas Kabupaten Banyumas, LKKNU (Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama), Ansor, karangtaruna, dan Klinik Kamandaka menggelar bakti sosial bertajuk MASPUSAKA (Bersama Warga Banyumas Penyuluh Agama Islam Berupaya Cegah Stunting, HIV/AIDS dan Kemiskinan). Rabu, (19/6).

Hadir pada pembukaan kegiatan ini Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas Ibnu Asaddudin, Kasi Bimas Islam Afifuddin Idrus, Kepala KUA Kecamatan Kedung Banteng Yudhy Bachtiar, Forkompincam, TNI dan Polri.

Slamet Riyadi Koordinator penyelenggara kegiatan ini mengatakan bahwa, “Tujuan diadakan kegiatan ini adalah untuk memperkuat ketahanan ekonomi, meningkatkan kesehatan masyarakat, dan melesatarikan lingkungan hidup masyarakat Desa keniten Kecamatan Kedungbanteng,” ungkap Slamet.

Lebih lanjut Slamet menambahkan, “Ada beberapa kegiatan yang kami selenggarakan. Diantaranya bazar pakaian murah yang hasil penjualannya kami salurkan untuk TPQ yang ada di Banyumas melalui Baznas, dongeng anak negeri, pelatihan pemulasaraan jenazah, pencegahan stunting, dan pemberian bantuan mustahiq produktif berupa kambing untuk diternakkan,” imbuhnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas Ibnu Asaddudin dalam sambutannya menyampaikan bahwa, “Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat untuk orang lain. Ketika kita menjadi manusia yang berdampak untuk sekitar kita, tidak pandang itu agamanya apa disitulah Tuhan menyebutkan, kitalah orang yang bermanfaat untuk orang lain.”

“Mudah-mudahan dari kegiatan penyuluh yang luar biasa ini, secara mandiri mencari dana sendiri. Kalau dulu kampak geni 212 masalah selesai. Kalau Banyumas memiliki kudi yang bertuliskan 267 yang merupakan nada dasar lagu yaitu Re la dan si. Siapa saja yang melaksanakan relasi ini, maka insya Allah akan bermanfaat untuk sesame.”

“Kami merasa bangga, paling tidak dikehidupan kita bersama seluruh stakeholder Baznas dan lain sebagainya kita bisa membantu program-program pemerintah stunting, HIV/Aids, dan Kemiskinan,” pungkas Ibnu. (jul)