HUT RI #81

Penyuluh Ajak Jamaah Muslimat NU Banjaranyar Kenali Potensi Sifat Syaitan dalam Diri Manusia

Oleh KUA Sokaraja
SHARE

Sokaraja – Penyuluh Agama Islam KUA Sokaraja, Faidus Sa’ad, mengajak jamaah Majelis Taklim Muslimat NU Ranting Desa Banjaranyar, Kecamatan Sokaraja, untuk mengenali potensi sifat-sifat syaitan yang dapat tumbuh dalam diri manusia. Ajakan tersebut disampaikan dalam kajian keislaman, dengan mengangkat hikmah QS. Al-Baqarah ayat 30 tentang penciptaan Nabi Adam AS. Jumat (25/09)

Dalam kajian tersebut, Faidus menguraikan perjalanan Iblis yang sebelumnya termasuk golongan jin yang taat, memuji, dan menyucikan Allah SWT. Namun, ketika Allah memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepada Nabi Adam AS, Iblis menolak karena merasa dirinya lebih baik. Sikap merasa paling unggul inilah yang mengantarkan Iblis pada pembangkangan dan kekufuran. Peristiwa tersebut menjadi pelajaran bahwa ketaatan dan kemuliaan seseorang dapat rusak ketika dirinya dikuasai kesombongan.

Faidus menjelaskan, kesalahan Iblis bukan semata-mata karena merasa memiliki kelebihan, melainkan karena menggunakan kelebihan itu untuk merendahkan pihak lain. Padahal, Nabi Adam AS telah diberi keistimewaan oleh Allah berupa pengetahuan tentang nama-nama benda (asma), yang tidak diketahui oleh para malaikat. Menurutnya, keunggulan dalam bidang tertentu seharusnya menjadi sarana untuk bersyukur dan memberi manfaat, bukan alasan untuk merasa lebih mulia, meremehkan orang lain, atau merendahkan mereka yang lebih muda maupun yunior.

Ketua Muslimat NU Ranting Banjaranyar, Hj. Karsiti, bersama jamaah mengikuti kajian dengan penuh perhatian. Melalui materi tersebut, Faidus mengajak jamaah menjadikan kisah Iblis sebagai bahan introspeksi agar tidak membiarkan benih kesombongan tumbuh dalam hati. Sikap rendah hati, menghargai kelebihan orang lain, serta menyadari bahwa seluruh keunggulan berasal dari Allah SWT menjadi kunci untuk menjaga keimanan dan menjauhkan diri dari perilaku yang mencerminkan sifat syaitan.