HUT RI #81

Penyuluh Bekali Catin Filosofi "Pakaian" dalam Rumah Tangga

K
KUA PURWOKERTO TIMUR
25 Mar 2026
24x dibaca
SHARE

Purwokerto – Jarak bukan penghalang bagi bersatunya dua hati. Pasangan calon pengantin (catin) Toni Romadhon, warga Tulang Bawang, Lampung, dan kekasihnya, Ngafifatul Khoeruroh, warga Slinga, Kaligondang, Purbalingga, mengikuti sesi bimbingan perkawinan (Binwin) di KUA Purwokerto Timur. Rabu (25/03).

Sesi pembekalan ini dipandu oleh Penyuluh Agama Islam, Yayuk Septimawati, yang memberikan wejangan spiritual mendalam sebagai modal utama sebelum keduanya memasuki gerbang pernikahan.

Dalam bimbingannya, Yayuk mengupas tuntas makna Surat Al-Baqarah ayat 187 yang menggunakan istilah Zawwaj (pasangan) dengan perumpamaan yang sangat indah. Ia menjelaskan bahwa dalam ayat tersebut, suami dan istri digambarkan sebagai "pakaian" bagi satu sama lain (hunna libaasun lakum wa antum libaasun lahunna).

Yayuk menyampaikan bahwa makna "pakaian" dalam ayat tersebut menerangkan tiga fungsi utama pasangan dalam rumah tangga:

  1. Menutup Aurat: Pasangan harus saling menjaga aib dan kekurangan satu sama lain, bukan malah mengumbarnya ke orang lain.
  2. Melindungi: Suami dan istri harus menjadi pelindung dari panasnya cobaan hidup dan dinginnya ketidakpastian.
  3. Perhiasan: Kehadiran pasangan seharusnya memperindah kepribadian dan martabat satu sama lain di mata masyarakat.

"Ibarat pakaian yang melekat pada tubuh, suami dan istri harus memiliki kedekatan emosional yang sangat erat. Anda berdua adalah cermin bagi pasangan. Jika pakaian itu bersih, maka pemakainya akan tampak mulia," terang Yayuk di hadapan Toni dan Ngafifatul.

Mengingat pasangan ini berasal dari daerah yang berbeda (Lampung dan Jawa Tengah), Yayuk juga menambahkan pentingnya adaptasi budaya dan karakter dalam pernikahan. Ia menekankan bahwa perbedaan latar belakang justru harus menjadi kekayaan dalam membangun rumah tangga.

"Perbedaan asal daerah bukan hambatan, melainkan sarana untuk saling mengenal lebih dalam. Saya berpesan agar Mas Toni dan Mbak Ngafifatul selalu mengedepankan kesabaran dan saling menghargai adat istiadat masing-masing keluarga besar," tambahnya.

Bimbingan ini diakhiri dengan doa bersama, menandai kesiapan mental pasangan lintas provinsi tersebut untuk melangsungkan akad nikah dalam waktu dekat. (jw)