Penyuluh Berikan Bimbingan Perkawinan untuk Tiga Pasang Catin, Tegaskan Pentingnya Dana Darurat
Oleh KUA Wangon
Banyumas – Penyuluh Agama Islam Fungsional Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon, Muhammad Zainur Rakhman, memberikan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) kepada tiga pasang calon pengantin (Catin) di ruang kerjanya. Kegiatan yang berlangsung selama satu jam ini berfokus pada persiapan membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Jumat (17/07)
Dengan berpedoman pada Buku Fondasi Keluarga Sakinah, Muhammad Zainur Rakhman menyampaikan materi secara lengkap dan interaktif. Metode penyampaian meliputi paparan, diskusi, serta simulasi situasi rumah tangga yang kerap dihadapi pasangan baru, termasuk pengelolaan keuangan rumah tangga.
Salah satu penekanan utama adalah urgensi memiliki dana darurat. Zainur Rakhman menjelaskan bahwa dana darurat merupakan sejumlah uang yang sengaja disisihkan untuk menghadapi kejadian tidak terduga, seperti sakit mendadak, kehilangan pekerjaan, kerusakan barang rumah tangga, atau kebutuhan mendesak lainnya. Menurutnya, idealnya dana darurat setara dengan 3 hingga 6 bulan pengeluaran rutin keluarga. Bagi pasangan baru, penting untuk mulai membiasakan diri menyisihkan sebagian pendapatan sejak awal pernikahan, meski dalam jumlah kecil namun konsisten.
“Pasangan yang baru menikah sering kali dihadapkan pada tantangan ekonomi yang tidak terduga. Dana darurat menjadi bentuk perlindungan dan kestabilan keluarga agar tidak mudah terjerat utang atau konflik akibat masalah keuangan,” tegas Zainur Rakhman.
Ketiga pasang Catin yang mengikuti bimbingan berasal dari Desa Randegan, Desa Rawaheng, dan Banteran. Mereka terlihat mendengarkan dengan seksama dan antusias mengikuti setiap sesi, terutama saat simulasi pengelolaan anggaran bulanan dan skenario kebutuhan mendadak.
Kegiatan Bimwin ini merupakan bagian dari upaya KUA Wangon dalam mempersiapkan calon pengantin agar siap menghadapi kehidupan rumah tangga, baik secara ritual, psikologis, maupun praktis. Zainur Rakhman berharap para Catin dapat menerapkan ilmu yang didapatkan untuk membangun fondasi keluarga yang kuat dan harmonis.
